SuryaMalang/

Ekslusif Mobil Baru di Jatim

Guru Besar UB Malang: Berlakukan Saja Pajak Progresif Mobil

"Pemerintah perlu membuat regulasi menghambat. Tidak harus melarang. Bisa misalnya dengan memberlakukan pajak progresif,"

Guru Besar UB Malang: Berlakukan Saja Pajak Progresif Mobil
suryamalang/samsul hadi
Kondisi lalu lintas di Jl A Yani Utara Kota Malang terlihat padat, Jumat (26/12/2014). 

SURYA Malang, SURABAYA - Selain pembatasan usia, menurut Harnen, pemerintah juga perlu memberlakukan uji kelayakan dan uji keselamatan untuk semua mobil. Termasuk mobil penumpang pribadi.

“Mobil  yang sudah tidak layak pakai harus dimusnahkan,” tegasnya.

Rekomendasi lainnya yang disampaikan, kepemilikan kendraan juga perlu dikontrol. Tidak sedikit warga yang memiliki mobil lebih dari satu.

Bagi sebagian masyarakat mobil bukan semata-mata alat transportasi, tapi bagian dari gaya hidup. Bagi semakin banyak aneka mobil dimiliki, semakin tinggi pula gengsi mereka terangkat.

"Pemerintah perlu membuat regulasi menghambat. Tidak harus melarang. Bisa misalnya dengan memberlakukan pajak progresif  (nilai pajak mobil kedua dan seterusnya lebih tinggi)," kata Harnen.

Upaya lain menghambat pertumbuhan kendaraan, adalah dengan menyediakan angkutan umum nyaman dan aman.

"Pemerintah harus mulai merintis dari sekarang. Kalau semakin lama ditunda, kondisinya akan semakin parah.,” tandasnya.

Pelaku industri otomatif menyambut baik usulan pembatasan usia kendaraan itu. Branch Manager Auto2000 Jawa Timur, Hasan misalnya menyebut, lewat pembatasan usia kendaraan, kelancaran jalan dan keselamatan berkendaraan akan lebih terjamin.

"Sering kan kita lihat ada kemacetan di jalur Malang-Surabaya karena truk-truk tua mogok di tengah jalan. Soal pembatasan usia berapa tahun yang boleh beroperasi di jalan itu terserah pemerintah,” kata Hasan.

Hasan tak mau pelaku industri otomotif seperti dirinya dianggap sebagai biang kemacetan. Di akui, pihaknya memang tidak menjadikan rasio ruas jalan sebagai ukuran utama dalam produksi kendaraan.

"Kami ini melayani permintaan  masyarakat. Dealer ada karena ada permintaan pasar. Sesuai prinsipnya, ada demand (permintaan) ada supply (penawaran),” pungkasnya.

(Miftah Faridl)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help