SuryaMalang/

Ekslusif Mobil Baru di Jatim

Kepala LLAJ Jatim: Tirulah Jepang

"Agar perjalanan bisa normal dan kendaraan dapat melaju semestinya, visi rasio jalan harus berkisar antara 4 sampai persen," tandas Wahid.

Kepala LLAJ Jatim:  Tirulah Jepang
Tribunnews.com
Powan sedang mengatur lalu lintas 

SURYA Malang, SURABAYA - Pilihan solusi lainnya untuk menekan ledakan kendaraan adalah meniru Jepang. Di Negara Sakura ini, uji kendaraan sangat ketat.

Semakin tua usia kendaraan, maka biaya uji yang dikeluarkan pemilik semakin mahal.

"Kalau di Indonesia, biaya uji masih sama antara kendaraan tua dan baru," bebernya.

Berbagai langkah dan solusi itu hars dilakukan, untuk menyikapi pertumbuhan kendaraan yang jumlahnya mencapai 12,5 persen setiap tahunnya.

Terlebih saat ini, telah load factor (tingkat kejenuhan) arteri primer di Jatim. Kendaraan  yang mestinya melaju 80 km per jam, tapi karena padat kecepatan hanya 40 km per jam," terangnya.

Hal itu, kata Wahid misalnya terjadi untuk ruas jalan Surabaya - Malang. Perjalanan lewat jalur lintas selatan ini sebelumnya hanya butuh waktu 1,5 jam, sekarang membengkak menjadi 2 sampai 2,5 jam.

Demikian juga dengan jalur Surabaya - Madiun. Untuk melewati jalur barat ini sebelumnya hanya butuh waktu 3,5 jam, sekarang waktunya membengkak menjadi antara 4 sampai 5 jam.

"Agar perjalanan bisa normal dan kendaraan dapat melaju semestinya, visi rasio jalan harus berkisar antara 4 sampai persen," tandas Wahid.

(Mujib Anwar)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help