SuryaMalang/

Ekslusif Mobil Baru di Jatim

Pemerintah Wajib Sediakan Angkutan Massa Nyaman dan Murah

Pemerintah mesti menyediakan angkutan massa yang nyaman, murah, dan yang paling penting adalah aman.

Pemerintah Wajib Sediakan Angkutan Massa Nyaman dan Murah
suryamalang/samsul hadi
Kondisi lalu lintas di Jl A Yani Utara Kota Malang terlihat padat, Jumat (26/12/2014). 

SURYA Malang, SURABAYA - Johan Silas lalu membandingkan dengan masyarakat di Perancis. Di sana, orang umumnya menggunakan mobil pribadi untuk ke luar kota, yang butuh waktu perjalanan lama.

Untuk jarak dekat, umumnya mobil hanya dipakai  menuju stasiun-stasiun kereta atau trem.

”Di stasiun, mobilnya juga lantas diparkir dan pemiliknya pindah ke trem. Itu lebih murah buat mereka,” terangnya.

Untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan umum, lanjut Johan, pemerintah mesti menyediakan angkutan massa yang nyaman, murah, dan yang paling penting adalah aman, Johan pun  mengapresias rencana Pemerintah Kota Surabaya yang berencana membangun fasilitas angkutan masal cepat (AMC).

Bentuknya trem dan kereta monorel. Tapi hingga kini, belum bisa bisa dipastikan, kapan kendaraan umum itu akan beroperasi.
Dalam kesempartan itu, Johan tidak sependapat dengan wacana mengatasi kemacetan dengan cara menerbitkan aturan pembatasan usia kendaraan

Kebijakan ini dinilai itu tidak fair. Alasannya umur  bukanlah ukuran pasti bagi kendaraan laik jalan.  

"Kendaraan tua bisa saja masih layak apabila perawatannya rutin dan tepat. Sebaliknya mobil baru juga belum tentu dijamin laik dikendarai. Saya melihat beberapa jenis mobil LCGC dibuat asal-asalan sehingga sedikit mengabaikan keselamatan pengendaranya, ” katanya Prof Johan Silas saat ditemui  di kantornya,  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (8/1).

Khusus Surabaya, Johan Silas melihat solusi penambahan ruas jalan, hanya sedikit pengaruhnya. Sebab Surabaya sudah  padat  bangunan.Sulit melakukan penambahan ruas jalan.

"Kalau kemudian ada jalan yang dibangun di daerah yang tidak ada bangunan atau pusat aktivitasnya, lalu siapa yang mau melewati jalan itu? Jadi saya rasa penambahan jalan untuk mengatasi kemacetan tidak akan berguna,” kata Johan.

(David Yohanes)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help