Hati-Hati, Penipuan Berkedok Investasi Perumahan Fiktif di Malang

Nilai kerugian korban sebesar Rp 1,8 miliar. Sebanyak Rp 1 miliar diserahkan korban ke pelaku dalam bentuk uang tunai.

Hati-Hati, Penipuan Berkedok Investasi Perumahan Fiktif di Malang
suryamalang/sylvianita widyawati
AH (44), warga Taman Sulfat Kota Malang menjadi tersangka kasus penipuan dengan modus menjanjikan keuntungan untuk investasi membuat perumahan di Blimbing Kota Malang, Selasa (20/1/2015). 

SURYAMalang, KOTA - HA, warga Taman Sulfat Malang yang pindah ke Sidoarjo harus berusrusan dengan Polres Kabupaten Malang. Dia ditangkap polisi, lantaran melakukan penipuan dengan modus investasi di bidang perumahan

Penangkapan HA, bermula dari laporan dari Essa Iqbal, pekerja swasta asal Kota Malang.

"HA kami tangkap di Sunter Paradise, Jakarta Utara," jelas AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Malang melalui Kasubag Humas Polres, AKP Ni Nyoman Sri Efliandani kepada suryamalang.com, Selasa (20/1/2015).

Dengan bantuan seorang teman, Essa Iqbal dan Ha berkenalan pada 2014 lalu. Saat itu, pelaku menawarkan kerja sama di bidang properti. Selanjutnya, perjanjian kerja sama dibuat pada Februari 2014.

"Ternyata dalam perjalanan, tidak ada aktifitas perumahan," jelas Wahyu.

Dalam perjalannya, kemudian dilakukan perbaikan kerja sama kedua yang lebih spesifik dengan disebutkan lokasi pembanguna propeti.

Menurut Wahyu, nilai kerugian korban sebesar Rp 1,8 miliar. Sebanyak Rp 1 miliar diserahkan korban ke pelaku dalam bentuk uang tunai.

Sedangkan Rp 800 juta, disetor dalam bentuk nontunai, yakni berupa sertifikat tanah. Namun yang sertifikat tanah sudah ditarik lagi oleh korban.

"Uang 1 miliar diberikan tunai oleh Essa selama lima atau enam kali," jelas HA.

Dari hasil penyertaan modal itu, Essa dijanjikan mendapat hasil keuntungan. Tapi, ternyata sampai Januari 2015 tidak ada pengembalian.

Akhirnya korban melaporkan kasus itu ke Polres Malang.

"Sebab penyerahan uangnnya dilakukan di Singosari," sambung Wahyu.

Wahyu menduga, korban diperkirakan tak hanya Essa. Tapi ada orang lain namun belum melaporkan.

"Sementara fotocopi sertifikat yang ditunjukkan ke korban yang katanya aslinya sedang dibaliknama di kantor pertanahan, ternyata sebenarnya sudah dijaminkan AH ke bank di Kota Malang sebesar Rp 2,8 miliar," ungkap Wahyu.

(Sylvianita Widyawati)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved