SuryaMalang/

Ingin Jalan-Jalan Tapi Dompet Tipis, Ikuti Cara Backpacker Ini

Backpacker Dunia Malang lebih fokus pada travel mancanegara. Bukan karena tak ada tujuan wisata menarik di Indonesia, namun untuk melebarkan tujuan

Ingin Jalan-Jalan Tapi Dompet Tipis, Ikuti Cara Backpacker Ini
IST
Ilustrasi Backpacker 

SURYAMALANG.COM - Banyak yang ingin melakukan perjalanan wisata namun terkendala biaya, sehingga harus menekan pos ini, pos itu. Nah, di Temu Pejalan Malang: Backpacking Around the World, Minggu (1/2/2015) di Busker Bean Coffee, Malang dihadiri komunitas backpacker Malang Raya, Backpacker Dunia Malang, Couch Surfing Malang, komunitas Federal Malang, backpacker Indonesia Regional Malang, dan komunitas Backpacker Sidoarjo, semua itu diungkap habis.

Sejumlah tip dibagi dalam gathering kedua itu. Untuk menekan biaya, salah satu jurus yang disarankan backpacker Indonesia regional Malang adalah melakukan kontak dengan para backpacker di kota tujuan, sehingga bisa menghemat biaya penginapan.

Jurus lain lagi ditawarkan Couch Surfing Malang dengan mengandalkan jaringan internet. Mereka mengontak anggota Couch Surfing kota yang dituju, domestik atau pun antarnegara, meski belum saling mengenal. Dalam kamus mereka, ada istilah suffer (pejalan) dan house (tuan rumah). Menjadi house pun tak harus memiliki rumah. Yang penting ada tempat menginap. House juga bisa menjadi pemandu wisata bagi suffer tanpa harus dibayar.

Sementara Backpacker Dunia Malang lebih fokus pada travel mancanegara. Bukan karena tak ada tujuan wisata menarik di Indonesia, namun untuk melebarkan tujuan wisata lebih lebar sebagai global traveler. Tip perjalanan murah ke luar negeri bisa dimulai dengan mencari maskapai penerbangan yang menawarkan tiket promo. Selanjutnya harus sering membaca pengalaman orang di internet. Sebab, menurut mereka, di internet apa yang dibutuhkan sudah lengkap.

Meski bergerak di bidang perjalanan, kegiatan mereka tak melulu bersenang-senang. Sering pula komunitas mereka mengadakan acara sosial, peduli kepada sesama. Dengan begitu, mereka bisa mengenal orang dan kebudayaan baru.

Indra, pentolan Backpacker Indonesia Regional Malang yang mengagas gathering mengatakan, temu pejalan malang seperti ini akan diadakan setidaknya setiap tiga bulan sekali sebagai wadah berkumpul para pejalan Malang, terangnya. Dengan begini, para pendaki gunung sedikit banyak mengetahui ilmu melakukan perjalanan murah. Atau sebaliknya. ***

citizen

PENULIS: Moh Arief Rohman Hakim, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Twitter @aripgheoghe

Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help