Malang Crime

Modal Rp 700 Ribu, Bebas Kumpul Kebo Tanpa Takut Kena Razia

Pelanggan mereka cukup banyak, bahkan tersebar hingga Jawa Tengah.

Modal Rp 700 Ribu, Bebas Kumpul Kebo Tanpa Takut Kena Razia
surya/benni indo
Buku nikah palsu buatan warga Pakisaji, Malang, Bakir, yang disita Polres Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Muhammad Abdul Bakir (60), warga Desa / Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dan anaknya, Umar Kariadi (35), diamankan kepolisian Polres Malang karena membuat puluhan surat nikah palsu.

Ayah dan anak itu melayani pembuatan surat nikah palsu kepada warga di banyak kecamatan di Kabupaten Malang.

Mereka sudah beraksi sejak Desember 2014.

Keduanya ditangkap di kediaman Umar Kariadi, di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum, pada Sabtu (28/3/2015).

Bakir dan Umar mengaku mendapatkan bahan buku nikah palsu dari saudaranya yang bernama Pitono, yang sudah ditangkap polisi beberapa bulan lalu karena kasus yang sama.

Dalam sekali pembuatan, duet bapak anak ini mendapat uang Rp 700 ribu dari konsumen. Pelanggan mereka cukup banyak, bahkan tersebar hingga Jawa Tengah.

"Buku nikah palsu ini sisanya Pitono. Lalu saya gunakan untuk melayani permintaan orang. Saya sudah katakan kepada pemesan kalau buku nikah ini palsu," kata Bakir, Senin (30/3/2015).

Bakir menjelaskan, dia mendapat keahlian membuat buku nikah palsu mencotoh dari adiknya.

"Saya tidak ada yang mengajari. Hanya mencontoh saja," kata Bakir.

Berdasarkan pengamatan SURYAMALANG.COM, buku nikah palsu buatan Bakir, sulit dibedakan dengan aslinya.

Namun, Bakir mengaku tak tahu, dari mana Pitono, kakaknya itu, mendapatkan bahan buku nikah palsu tersebut.

Selain ilegal, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, mengkhawatirkan buku nikah palsu ini digunakan sebagai 'senjata' sejumlah pasangan untuk hidup kumpul kebo.

Polisi sendiri menyita sejumlah buku nikah palsu, puluhan stempel, dua ponsel dan beberapa Kartu Tanda Penduduk palsu, dari tangan Bakir dan Umar.

"Tersangka ayah dan anak ini dikenai pasal 263 tentang pemalsuan dengan ancaman di atas lima tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat.

( Benni Indo )

Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help