SuryaMalang/

Malang Raya

Buat 23 SK Palsu, Tiga PNS Bobol Bank Jatim Rp 1,2 Miliar

Para pelaku mengajukan kredit atas nama 23 orang debitur. Berbagai persyaratan dilengkapi, termasuk SK pengangkatan PNS dan sebagainya.

Buat 23 SK Palsu, Tiga PNS Bobol Bank Jatim Rp 1,2 Miliar
surya/m taufik
Ilustrasi: Fransisca dan Winarti, PNS Kota Malang yang jadi tersangka pembobolan Bank Saudara, saat gelar perkara di Polda Jatim, Rabu (18/2/2015). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Tiga pegawai Kesbangpol Kota Malang, Jawa Timur sedang mendekam di dalam penjara dalam perkara pembobolan bank swasta di Malang.

Belum selesai menjalani hukuman itu, kini mereka juga disidik dalam dua perkara serupa oleh petugas Polda Jatim dan Kejati Jatim, yakni pembobolan Bank Jatim.

Tiga orang itu adalah AF, staf keuangan TM, bendahara pengeluaran dan MM, staf keuangan. Mereka pegawai di Kantor Kesbangpol Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Setelah perkaranya dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan, ketiganya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka,” sebut Kasi Penyidikan Kejati Jatim, Muhammad Rohmadi, Jumat (22/5/2015).

Ketiga orang itu berstatus terpidana dan sedang menjalani hukuman dalam perkara pembobolan bank swasta di Malang.

Selain menjadi tersangka kasus pembobolan Bank Jatim oleh penyidik Pidsus Kejati Jatim, ketiganya juga sedang disidik dalam perkara serupa oleh Polda Jatim.

“Modus yang dilakukan juga sama, yakni pengajuan kredit menggunakan data fiktif,” sambungnya.

Dalam perkara yang ditangani Kejati Jatim, dijelaskan Rohmadi, tiga orang itu membobol sekitar Rp 1,2 miliar dari Bank Jatim Malang pada tahun 2014. Caranya, mereka memanfaatkan program kredit lunak khusus untuk pegawai negeri di Kesbangpol Kota Malang yang sedang diadakan di Bank Jatim.

Para pelaku mengajukan kredit atas nama 23 orang debitur. Berbagai persyaratan dilengkapi, termasuk SK pengangkatan PNS dan sebagainya.

“Sebelum pencairan, pihak bank sempat klarifikasi dan semua dinyatakan benar berstatus PNS,” lanjut Rohmadi.

Halaman
12
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help