SuryaMalang/

Malang Raya

Nikah 25 Tahun, Sebanyak 175 Pasutri Tak Diakui KUA

"Mereka sudah menikah tapi modinnya tidak mencatat ke KUA. Kebanyakan yang ikut sidang isbat nikah ini sudah menikah di bawah tahun 1990,"

Nikah 25 Tahun, Sebanyak 175 Pasutri Tak Diakui KUA
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana sidang isbat nikah di sebuah ruangan di kantor Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dua anak pasangan Istifaria (35) dan Junadi (37), warga Dusun Pakem, Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang hingga kini belum memiliki akta kelahiran permanen.

Kedua anak yang berusia masing-masing 15 tahun dan 10 tahun ini hanya memiliki akta kelahiran sementara yang hanya mencantumkan nama ibunya. Sementara nama ayahnya tidak tercantum, padahal kedua anak ini dilahirkan dalan sebuah pernikahan sakral.

Hal ini terjadi, karena pernikahan Istifaria dan Junadi pada tahun 1996 ternyata belum tercatat resmi di kantor urusan agama (KUA) setempat.

Mereka hanya mencatatkan pernikahannya di kaur kesra (modin) setempat.  "Kami tidak dapat buku nikah dari modin," aku Istifaria.

Modin yang menikahkan mereka juga sudah meninggal. Mereka sudah berupaya bertanya ke KUA, ternyata mendapat kenyataan pernikahan mereka tidak teregistrasi.

Kini, kegundahan keduanya sudah lenyap setelah mengikuti sidang isbat nikah di kantor Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5/2015).

 Mereka pun siap-siap membuat akta permanen untuk kedua buah hatinya.

"Nanti juga bisa untuk mengurus lainnya, misalkan naik haji atau umroh," jawab mereka riang.

Sidang isbat ini berlangsung cepat, antara tiga sampai lima menit karena mencocokan data yang sudah masuk. Meski begitu, saksi-saksi pernikahan dulu tetap harus dihadirkan. Petugas dari PA yang menanyakan kembali soal data itu.

Setelah semua beres, mereka keluar ruang sidang. Petugas memanggil pasutri berikutnya.

Halaman
12
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help