SuryaMalang/

Malang Raya

GP Ansor Roadshow Sarang Teroris, Ada Apa?

"Ada sejumlah peristiwa radikalisme terjadi di Malang Raya, mulai penggerebekan Dr Azhari di Kota Batu, penangkapan Cholili di Jodipan (Malaang),"

GP Ansor Roadshow Sarang Teroris, Ada Apa?
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Spanduk penolakan paham radikalisme dipasang dalam Apel Akbar yang digelar GP Ansor Kota Malang di Lapangan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (24/5/2015). Apel Akbar yang diikuti seribu peserta dari Banser, Santri dan Pelajar ini menolak paham radikalisme demi menjaga keutuhan NKRI. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Malang, Jawa Timur bersikap tegas dengan gerakan radikalisme. Ansor menolak gerakan radikalisme di Malang Raya.

Untuk menggalang dukungan menolak gerakan radikalisme, GP Ansor sudah menggelar apel akbar di Lapangan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (24/5/2015).

Apel akbar diikuti Barisan Ansor Serba Guna (Banser), santri, dan pelajar se-Malang Raya. Acara itu juga dihadiri Wali Kota Malang, M Anton, tokoh NU Malang Raya, TNI, dan Polri. Mereka menandatangani pernyataan menolak gerakan radikalisme di Malang Raya.

Ketua Caretaker Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kota Malang, Umar Usman mengatakan Ansor ikut prihatin dengan munculnya beberapa kasus radikalisme di Malang Raya.

Menurutnya, wilayah Malang Raya yang strategis dan heterogen membuat gerakan radikalisme mudah tumbuh secara tersembunyi di Malang Raya.

"Ada sejumlah peristiwa radikalisme yang terjadi di Malang Raya, mulai penggerebekan Dr Azhari di Kota Batu, penangkapan Cholili di Jodipan (Kota Malang), dan penangkapan jaringan ISIS di Kota Malang, salah satunya di Bumiayu, Kedungkandang. Ini sebagai bukti gerakan radikalisme mengancam Malang," katanya.

Dikatakannya, GP Ansor Kota Malang ingin membendung gerakan radikalisme di Malang Raya. Lewat acara apel akbar yang diikuti sekitar 1.000 anggota Banser dan santri, GP Ansor membuat pernyataan untuk menolak gerakan radikalisme di Malang Raya.

"Kami menolak pembentukan khilafah di Indonesia," ujar Ketua Satuan Koordinator Wilayah Banser Jatim itu.

Ia menjelaskan, acara apel akbar memang sengaja dilaksanakan di Kecamatan Kedungkandang. Menurutnya, Kecamatan Kedungkandang disinyalir menjadi tempat tumbuhnya gerakan radikalisme. Tepatnya, di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.

Setelah melakukan apel akbar, Banser dan santri berkeliling di Kelurahan Bumiayu. Mereka roadshow menyambangi rumah-rumah yang pernah disinggahi dan menjadi tempat tinggal anggota gerakan radikalisme atau teroris.

"Kami ingin melihat apakah mereka masih tinggal di sana. Beberapa anggota gerakan radikal seperti Abu Jandal penah tinggal di Bumiayu," katanya.

Wali Kota Malang, M Anton mengapresiasi langkah GP Ansor untuk membendung gerakan radikalisme di Malang Raya. Menurutnya, GP Ansor harus menjadi garda terdepan dalam menangkal tumbuhnya gerakan radikalisme di Malang Raya.

"Kita harus satu barisan untuk menutup celah tumbuhnya gerakan radikalisme. Harus ada gerakan yang terorganisir dan masif untuk menangkal radikalisme di Malang," katanya.

(Samsul Hadi)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help