SuryaMalang/

Malang Raya

Tragis, Penambang Tewas Tertimpa Tebing Batu Besar

Korban bekerja seperti biasa. Tapi, ketika pukul 09.00, tebing dekat korban bekerja berjatuhan. Batu-batu besar dan kecil itu menimpa badannya.

Tragis, Penambang Tewas Tertimpa Tebing Batu Besar
Tribunnews.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Ini peringatan bagi penambang pasir yang saat bekerja harus hati-hati.

Ahmad Alamin (27), warga Dusun Jangkung RT 26/RW 09, Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang tewas saat melakukan pekerjaannya, Selasa (26/5/2015).

Penambang pasir itu tertimpa tebing padas yang runtuh. Posisinya sendiri berada di bawah tebing itu, karena sedang mencari pasir.

Evakuasi tubuh korban dilakukan selama tiga jam.

Kapolsek Wajak AKP Endro Sujiat mengatakan, ponsel menjelaskan korban tidak sendiri saat itu.

"Ada saksi lain, yaitu teman korban. Korban mencari pasir dengan cara menengguluk (memapah alat semprot). Saat menyemprot, mendadak tebing padas itu runtuh," papar Endro.

Ketinggian tebing sekitar tujuh meter. Polisi telah meminta keterangan Umar (21), teman kerjanya, sebagai saksi.

Korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00. Lokasi kerjanya tidak jauh dari rumah.

Korban bekerja seperti biasa. Tapi, ketika pukul 09.00, tebing dekat korban bekerja berjatuhan. Batu-batu besar dan kecil itu menimpa badannya.

Ia menjadi sulit bergerak dan kemungkinan ada tulangnya yang patah karena batu itu jatuh dari ketinggian tujuh meter.

Menurut Endro, warga bergotong royong mengangkat reruntuhan batu padas itu. Korban ditemukan sudah tewas. Keluarga korban sudah ikhlas atas kejadian ini dan menganggap sebagai musibah.

(Sylvianita Widyawati)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help