SuryaMalang/

Malang Raya

Didatangi KPK, Pejabat di Batu Gugup Luar Biasa Saat Isi Daftar Kekayaan

Tingkat kepatuhan pejabat mengisi LHKPN pejabat Pemkot Batu masih nol persen.

Didatangi KPK, Pejabat di Batu Gugup Luar Biasa Saat Isi Daftar Kekayaan
SURYAMALANG.COM/Achmad Amru Muiz
sejumlah pejabat Pemkot Batu menyerahkan formulir LHKPN ke tim KPK yang turun ke Kota Batu, Rabu (27/5/2015) 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pejabat eselon II Pemkot Batu, Jawa Timur gugup dan harus pontang-ponting mengisi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Ini setelah para pejabat harus mengecek kembali harta yang dimilikinya dengan membawa bukti hartanya untuk dimasukkan dalam formulir LHKPN untuk disetor ke Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

"Mengisi formulir LHKPN butuh kesabaran juga, karena semuanya harus diisi dengan benar dan jujur," kata Bambang Kuncoro, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu usai menyelesaikan pengisian LHKPN, Rabu (27/5/2015).

Dijelaskan Bambang, dalam pengisian LHKPN tersebut jika tidak jujur justru akan mengalami kesulitan. Karena dipastikan dikemudian hari akan bisa terungkap harta kekayaan yang laporanya tidak benar tersebut.

"Itulah yang membuat kami harus kesana kemari bertanya pada isteri apa saja yang telah dimiliki," ucap Bambang.

Hal sama disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin.

Dirinya membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk menyelesaikan LHKPN.

Ini dikarenakan dirinya harus mencari bukti harta kekayaan yang dimilikinya dan memperkirakan nilainya. Seperti kepemilikan sebidang tanah harus disebutkan perkiraan harganya berapa. Demikian juga dengan harta di rumah yang semuanya harus dinilai sesuai harga.

"Itu yang bikin repot tadi, karena kami harus mengecek apa saja yang ada di rumah," kata Mistin.

Memang, diakui Mistin, karena dirinya tidak banyak memiliki harta kekayaan membuat pengisian LHKPN tidak terlalu berbelit. Bahkan, formulir LHKPN bisa diisi semua dengan cepat. Namun karena harus sesuai dengan bukti yang ada membuat waktu yang dibutuhkan lumayan lama.

Halaman
12
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help