SuryaMalang/

Citizen Reporter

Inilah Penjernih Sari Buah Kreasi Mahasiswa UB Malang

Portable fining machine atau Parafin adalah alat yang mereka ciptakan untuk memurnikan sari buah

Inilah Penjernih Sari Buah Kreasi Mahasiswa UB Malang
Tribunnews
Ilustrasi sari buah 

SURYAMALANG.COM – Buah, selain bisa dimakan secara langsung, juga bisa dinikmati dalam bentuk sari buah. Namun, untuk ‘menyulap’ buah menjadi sari buah, bukanlah perkara gampang. Apalagi bagi petani tradisional yang belum melek teknologi.

Nah, terkait persoalan ini, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, menciptakan inovasi untuk membuat sari buah yang benar-benar murni. Sari buah yang dihasilkan, nantinya, tidak terdapat kotoran atau endapan.

Kelima mahasiswa itu adalah Miftahul Jannah, Lia Amaliyah, Agung Cahyono, Abdul Aziz, dan Rully Laksmana. Mereka tergabung dalam Tim PKM-KC dengan dosen pembimbing Rini Yuliangsih,

Portable fining machine atau Parafin adalah alat yang mereka ciptakan untuk memurnikan sari buah. Parafin merupakan rancang bangun mesin penjernih sari buah berbasis koagulasi putih telur yang dilengkapi dengan pengatur waktu otomatis.

Penggunaan putih telur sebagai koagulan dalam proses penjernihan sari buah dapat mengurangi rasa sepat pada sari buah. Selain itu, penggunaan putih telur sebagai koagulan dinilai lebih ekonomis dibanding menggunakan gelatin, kitosan maupun membran yang harganya relatif tak terjangkau petani maupun UKM kecil di Indonesia.

Parafin dilengkapi sistem kontrol sehingga proses penjernihan sari buah dapat bekerja otomatis. Dengan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya UKM dan pemerintah dalam mengoptimalkan pengolahan buah terutama olahan sari buah.

“Parafin ini lebih baik dibanding alat penjernih sari buah yang menggunakan membran sebagai penyaring. Membran itu sendiri harganya sangat mahal dan tak mampu dijangkau industri UKM. Sedangkan parafin ini hanya menggunakan koagulan putih telur yang murah serta pengoperasiannya mudah,” tegas Miftahul Jannah, ketua Tim PKM-KC. (*)

Penulis: Agung Cahyono

Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help