SuryaMalang/

Lapsus Fashion

Distro Tumbuh Subur, Malang Surga Penggila Fashion

Pelaku industri clothing maupun distro terus bermunculan bagai jamur di musim penghujan di kota pendidikan ini.

Distro Tumbuh Subur, Malang Surga Penggila Fashion
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pengunjung memilih baju di stan dalam ajang KickFest 2015 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jumat (4/9/3015). Ajang KickFest 2015 diikuti 78 peserta pameran dar berbagai kota di Indonesia. 

SURYAMALANG, KLOJEN  – Perkembangan industri fashion, khususnya clothing di Kota Malang, Jawa Timur bisa dibilang pesat dalam kurung waktu 10 tahun terakhir ini.

Pelaku industri clothing maupun distro terus bermunculan bagai jamur di musim penghujan di kota pendidikan ini. Wajar Kota Malang menjadi surga bagi para penggila fashion.

Lina Mariantika, sibuk memilih kaus di distro Soak Ngalam di Jl Kawi Atas No 24 Kota Malang, Jumat (11/9/2015). Perempuan asal Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu sedang mencarikan oleh-oleh kaus untuk keponakannya yang tinggal di Yogyakarta. Ia mencarikan kaus khas Malangan yang dijual di distro Soak Ngalam.

“Kalau mencari pakaian yang khas Malangan, ya di sini tempatnya,” kata Lina.

Distro Soak Ngalam (Kaos Malang) merupakan satu dari puluhan distro yang ikut meramaikan industri clothing di Kota Malang. Soak Ngalam memproduksi pakain dengan desain khas Malang, yakni, bahasa walikan.

Selain memproduksi kaus dengan desain bahasa walikan, Soak Ngalam juga membuat kaus dengan desain topeng Malangan.

Selain Soak Ngalam, masih banyak industry clothing yang tumbuh di Kota Malang. Sedikitnya ada sekitar 30 industri clothing yang saat ini tumbuh di Kota Malang. Misalnya, Heroine, Insprd, Elvencloud, dan For You All. Heroine dan Insperd ini bisa dibilang sebagai perintis pertama industri clothing di Kota Malang.

Banyaknya industri clothing ini semakin memanjakan para penggemar fashion di Kota Malang, seperti Lina Mariantika.

“Saya suka belanja pakaian di distro. Barangnya tidak pasaran. Tapi sayang distro yang menonjolkan produk khas Malang masih sedikit. Setahu saya hanya di Soak Ngalam,” ujar Lina.

Beda lagi dengan Tristania Dyah (22), mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gadis berjilbab ini suka berbuburu celana di distro yang ada di Kota Malang. Menurutnya, produk celana di distro kualitasnya bagus dan harganya lebih murah. “Kalau baju cewek saya sering belanja di butik. Karena banyak modelnya,” katanya.

Halaman
12
Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help