SuryaMalang/

Lapsus Fashion

Modal Rp 1 juta, Kini Omsetnya Rp 30 Juta Sebulan

Indutri clothing di Malang saat ini sudah banyak ditemui diberbagai sudut kota. ‘Heroin’ menjadi salah satu merek yang masih bertahan sejak tahun 2003

Modal Rp 1 juta, Kini Omsetnya Rp 30 Juta Sebulan
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung memilih baju di stan dalam ajang KickFest 2015 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jumat (4/9/3015). Ajang KickFest 2015 diikuti 78 peserta pameran dar berbagai kota di Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  – Indutri clothing di Malang saat ini sudah banyak ditemui diberbagai sudut kota. ‘Heroin’ menjadi salah satu merek yang masih bertahan sejak tahun 2003 dalam industri ini.

Produksi industri ini dimulai sejak pemiliknya, Firdaus Alisandi (36) mencoba menjual kaos yang ia desain melalui teman-teman dan tetangganya.

“Awalya cuma desain sederhana, biasanya nama yang paling diminati,” jelas pria yang akrab dipanggil Paat ini.

Dengan bermodal tabungan hasil kerjanya di Bali selama 2 tahun. Paat yang masih berusia 23 tahun memulai bisnis ini dengan membuat 3 buat screening sablon dengan modal awal Rp 1 juta.

Proses produksipun rutin ia lakukan terus setiap hari bersama seorang temannya di rumahnya kawasan jalan Pandan sari .

“Waktu itu penjualan kaos masih seharga Rp 40.000, sekarang setara dengan yang sehara Rp 125.000,” jelas pria kelahiran 25 Desember 1979.

Dan, karena desainnya yang mulai berkembang, penjualan dari mulut ke mulut dan online melalui facebook produksi clothing semakin banyak. Ia pun tak hanya memproduksi kaos, tapi juga pelengkapnya seperti celana, kaos, topi, ikat pinggang, dan kemeja.

Namun, kesulitan penjualan ia rasakan karena ia tidak bisa memajang karya-karyanya dan media etalasenya hanay sebatas pada online.

Akhirnya di tahun 2007 ia membuka distro dengan nama brand clothing yang ia miliki ‘Heroin’. Distro di jalan semeru ini awalnya ia sewa pertahun dengan ukuran 4 x 7 meter. Bisnisnya yang masih berumur 4 tahun inipun mulai membuahkan hasil dengn pendapatan sekitar 10 juta setiap bulannya

“Desain semakin banyak, tapi tidak ada wadah atau tempat untuk menampungnya. Apalagi mulai ada merk-merk dari luar kota yang ingin ditampung di Malang juga,” jelas suami Dwiana dian (33) ini.

Halaman
123
Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help