SuryaMalang/

Lapsus Fashion

Selama Kreatif dan Inovatif, Industri Clothing Berkembang di Malang

Jumlah penduduk di Kota Malang yang semakin tinggi setiap tahunnya menjadi peluang bagi industri kreatif untuk berkembang.

Selama Kreatif dan Inovatif, Industri Clothing Berkembang di Malang
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung melihat-lihat aneka produk di stan dalam ajang KickFest 2015 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jumat (4/9/3015). Ajang KickFest 2015 diikuti 78 peserta pameran dar berbagai kota di Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jumlah penduduk di Kota Malang yang semakin tinggi setiap tahunnya menjadi peluang bagi industri kreatif untuk berkembang.

Penambahan jumlah penduduk ini dikarenakan di Kota Malang terdapat 57 perguruan tinggi yang terus menerima mahasiswa baru setiap tahunnya.

"Sekitar 50 ribu mahasiswa baru tiap tahunnya memasuki Kota Malang. Tentunya hal ini yang menjadikan tingkat konsumsi masyarakat Malang meningkat. Mulai dari pakaian, makanan, hingga tempat tinggal," papar dosen manajemen pasca sarjana Universitas Brawijaya, Prof Dr Nur Hajati SE MS.

Menurutnya dengan usia remaja mahasiswa baru ini, maka mereka pastinya memiliki selera fashion untuk setiap aktivitas mereka, mulai dari nongkrong hingga kuliah.

"Apalagi anak yang berada di perguruan tinggi ini biasanya dari tingkat menengah ke atas. Jadi daya konsumtif untuk menuruti gaya hidupnya tinggi," jelasnya.

Kebanyakan dari mereka juga merasa lebih percaya diri jika bisa menggunakan pakaian dengan merk yang sudah terkenal di kalangannya.

Selain itu, dikatakannya Kota Malang juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Sehingga industri-industri kreatif seperti clothing juga mempunyai peluang sebagai sasaran oleh-oleh.

"Yang penting pelaku industri harus kreatif dan inovatif. Merk lokal yang dibuat kalau bisa memuat kelokalan Malang juga," jelasnya.

Untuk pasar persaingan yang sempurna, kualitas harus dijaga bahkan ditingkatkan agar tidak kalah dengan merk-merk lain yang masuk ke Malang.

"Untuk memulai industri clothing dari awal sudah harus belajar manajemennya juga. Harus ada riset pasar juga agar bisa memperkirakan kapasitas produksinya," jelasnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help