Kediri

Anggrek Kediri Bakal Banjiri Pasar Ekspor, Ini Syaratnya

"Kami akan membidik pasar ekspor di Singapura, Korea dan Thailand. Serta memenuhi kebutuhan anggrek di Indonesia,"

Anggrek Kediri Bakal Banjiri Pasar Ekspor, Ini Syaratnya
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Koleksi tanaman anggrek yang dikembangkan laboratorium kultur jaringan Perkebunan PT SSP Kediri, Selasa (15/9/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Divisi Anggrek PT Perkebunan Sumber Sari Petung (SSP) Kediri meresmikan laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek. Laboratorium ini bakal memproduksi sejuta bibit anggrek unggulan di Indonesia.

"Kami akan membidik pasar ekspor di Singapura, Korea dan Thailand. Serta memenuhi kebutuhan anggrek di Indonesia," ungkap Zainudin, Kuasa Direksi Perkebunan PT SSP saat meresmikan laboratorium kultur jaringan, Selasa (15/9/2015).

Malahan Zainudin bertekat menjadikan tanaman anggrek yang dikembangkan dapat dinikmati semua lapisan masyarakat.

"Kalau harganya terjangkau, semua lapisan masyarakat dapat menikmati bunga anggrek," harapnya.

Selama ini ada kesan harga tanaman anggrek sangat mahal sehingga hanya dapat dinikmati masyarakat berduit.
Karena membidik pasar ekspor, anggrek yang dikembangkan dipilih yang bermutu bagus. Malahan kedepan diharapkan tanaman anggrek dari Kediri dapat menjangkau ke seluruh dunia.

Beberapa jenis anggrek yang telah menjadi koleksi laboratorium kultur jaringan seperti, dendrobium, valenosis, anggrek bulan, cataleya, pandam, anggrek hitam, anggrek hutan Papua dan Sulawesi.

Selain itu juga melakukan breding dengan spesies bagus untuk persilangan. Sehingga dari laboratorium kultur jaringan nanti juga menghasilkan varietas baru anggrek khas Sumber Sari Petung.

Untuk mengoperasikan laboratorium kultur jaringan bakal ditangani 3 orang tenaga ahli, 2 orang teknisi serta dua tenaga ahli laborat.

"Kami berharap unit usaha baru ini bakal bermanfaat untuk masyarakat," tambahnya.

Untuk tahun pertama diproyeksikan dapat menghasilkan 300.000 bibit anggrek. Kemudian bakal ditingkatkan menjadi sejuta bibit per tahun.

"Prospek untuk pasar anggrek ini sangat bagus dan harganya di pasar internasional juga stabil," ungkapnya.

Divisi Anggrek yang dikembangkan PT SSP telah menggandeng Saraswanti Grup. Holding perusahaan ini mengelola perkebunan, pabrik pupuk non subsidi, perhotelan dan laboratorium.

CEO Saraswanti Grup Ir YN Hari Hardono saat peresmian berharap laboratorium kultur jaringan yang mengembangkan tanaman anggrek dapat mengangkat nama Kediri menuju gerbang dunia.

"Orientasi kami mengembangkan tanaman anggrek untuk membidik pasar ekspor. Beberapa tahun ke depan anggrek dari Kediri bakal membanjiri pasar ekspor," harapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved