SuryaMalang/

Malang Raya

Begini Kendala Utama Petani Organik di Kota Batu

"Kami sudah bertemu dan menyerap aspirasi dari para petani bersama kelompok tani, dan hanya soal harga serta pemasaran yang menjadi inti persoalan,"

Begini Kendala Utama Petani Organik di Kota Batu
SURYAMALANG.COM/achmad amru muiz
Salah satu petani di desa Pandanrejo kecamatan Bumiaji yang memanfaatkan lahan kosong di halaman rumahnya untuk budidaya pertanian organik, Rabu (16/9/2015). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Persoalan pemasaran dan harga jual menjadi kendala dalam pengembangan pertanian organik di Kota Batu.

Pasalnya, tanpa adanya jaminan harga hasil pertanian organik yang bisa memberikan keuntungan bagi petani akan sulit memaksimalkan keberhasilan pertanian organik.

"Kami sudah bertemu dan menyerap aspirasi dari para petani bersama kelompok tani, dan hanya soal harga serta pemasaran yang menjadi inti persoalan yang dihadapi mereka," kata Budi Santoso, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Rabu (16/9/2015).

Dengan demikian, dikatakan Budi, bila soal pemasaran dan adanya jaminan harga yang memberi keuntungan lebih baik maka petani akan dengan mudah menerima program pertanian organik.

Karena bagaimanapun, pola pertanian yang dijalankan oleh petani di Kota Batu selama ini dirasakan sudah bisa memberi penghasilan meskipun biaya operasional masih tinggi.

Bila program pertanian organik bisa memberi penghasilan lebih tinggi lagi dan biaya operasional lebih murah tentunya petani akan beramai-ramai mengikuti program pertanian organik.

Untuk itu, menurut Budi, Dinas Pertanian dalam rangka menjalankan program pertanian organik dengan maksimal akan menggelar musyawarah rencana pertanian (Musrentani) bersama semua kelompok tani yang ada. Dimana dari

Musrentani tersebut akan bisa diketahui apa saja keinginan dan usulan dari petani untuk pertanian organik. Setelah mengetahui keinginan dan usulan petani maka akan dibuat program pertanian organik sesuai hasil Musrentani.

"Kami optimis, setelah keinginan dan usulan petani bisa diakomodir maka program pertanian organik bisa diikuti semua petani di Kota Batu," ucap Budi Santoso.

Memang, diakui Budi, dalam mengakomodir keinginan dan usulan petani dipastikan tidak akan bisa dijalankan Dinas Pertanian sendirian. Artinya, dalam menjalankan program pertanian diperlukan kerjasama antar SKPD terkait.

"Untuk itu, jalinan komunikasi dan koordinasi antar SKPD akan kami lakukan dalam memaksimalkan program pertanian organik," tutur Budi Santoso.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help