Malang Raya

Sudah Meninggal, Ternyata Masih Dibayar Asuransinya

"Kami menemukan data satu desa ada 12 kasus penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah meninggal. Malahan orangnya meninggal 2 sampai 5 tahun,"

Sudah Meninggal, Ternyata Masih Dibayar Asuransinya
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudik
Relawan Kesehatan saat melakukan aksi di depan Kantor Pemkab Kediri, Selasa (22/12/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Relawan Kesehatan Kediri, Jawa Timur memperkirakan ada ratusan orang yang sudah meninggal tapi masih mendapatkan jaminan asuransi. Akibatnya, pemerintah dirugikan karena membayari premi orang sudah meninggal.

"Kami menemukan data satu desa ada 12 kasus penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah meninggal. Malahan orangnya sudah meninggal 2 sampai 5 tahun silam," ungkap Daniel Arisandi, Korlap Aksi Relawan Kesehatan kepada Surya, Selasa (22/12/2015).

Daniel mengungkapkan, carut marutnya data penerima asuransi kesehatan yang dibiayai pemerintah tidak terlepas dari pendataan petugas yang asal-asalan. Sehingga data terbaru tidak pernah di update.

Dicontohkan di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar ditemukan 3 orang penerima KIS sudah meninggal dua tahun silam. Malahan di Desa Tawang, Kecamatan Wates ditemukan 12 orang yang sudah almarhum tapi masih mendapatkan KIS.
Kasus serupa juga ditemukan di Desa Tiru, Kecamatan Gurah dan Kelurahan Pare.

"Kasusnya sama, penerima KIS yang sudah meninggal namanya masih tetap terdata. Sehingga pemerintah setiap bulan membayar preminya Rp 19.500," jelasnya.

Karena pendataan yang asal-asalan itu, negara dirugikan hingga miliaran rupiah.

"Kalau orangnya baru setahun meninggal, mungkin masih wajar. Ini sudah meninggal 3 - 5 tahun silam masih didata," tambahnya.

Padahal jika ada update data yang akurat, bakal sangat membantu masyarakat yang berhak mendapatkan KIS.

"Masih banyak warga tidak mampu yang tidak mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Sementara perwakilan Relawan Kesehatan ditemui Asisten Pemerintahan Pemkab Kediri Drs Joko dan Kepala Bakesbanglinmas Munjahit. Menyusul data temuan para relawan akan dilakukan pemutakhiran data lagi.

Pemkab Kediri berjanji bakal mendata serta menindaklanjuti temuan tersebut. Termasuk pendataan penerima Progam Keluarga Harapan (PKH) dan penerima beras miskin (raskin).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved