Nganjuk

Tak Dapat Kartu Indonesia Sehat, Ibu Ini Butuh Dermawan untuk Operasikan Tumornya

Tumor itu membuat matanya tak berfungsi. Meski demikian, dia tetap semangat dan berharap ada dermawan membantu biaya operasinya.

Tak Dapat Kartu Indonesia Sehat, Ibu Ini Butuh Dermawan untuk Operasikan Tumornya
surya/didik mashudi
Winarsih penderita tumor mata berharap ada dermawan yang membantu biaya operasinya. 

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Sejak balita Winarsih (40), warga Jalan Letjen Suprapto Gang 3, Kelurahan Ploso, Nganjuk menderita tumor di mata kirinya.

Tumor itu membuat matanya tak berfungsi. Meski demikian, dia tetap semangat dan berharap ada dermawan membantu biaya operasinya.

Sebelumnya dia memiliki kartu Jamkesmas dan Jamkesda. Tetapi, sejak beberapa tahun tidak mendapatkan kartu penjaminan kesehatan, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Karena tidak mendapatkan fasilitas berobat gratis,  Winarsih tak pernah lagi memeriksakan penyakitnya. "Saya biarkan saja, meski kadang-kadang terasa sakit," tambahnya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, Winarsih mengaku terpaksa mengamen ke pertokoan dan kios pasar. "Namun hasil mengamen juga tidak seberapa banyak hanya cukup untuk makan," jelasnya.

Penyakit tumor yang menyerang kelopak matanya telah dirasakan sejak masih balita. Setelah usia 7 tahun, untuk pertama kalinya penyakitnya dioperasi di RS dr Soetomo, Surabaya.

Operasi kembali dilakukan pada tahun 2000 silam dengan memotong daging yang tumbuh menggelembir. Namun operasi lanjutannya sampai sekarang masih belum dilakukan lagi.

"Kepinginnya dapat sembuh supaya mata saya dapat berfungsi normal lagi. Tapi sejak beberapa tahun ini kami tidak lagi mendapatkan kartu untuk periksa gratis," paparnya.

Winarsih mengaku sudah mulai mengurus ke kelurahan terkait kartu penjaminan kesehatan yang tidak lagi diterimanya. Dari perangkat kelurahan mendapatkan penjelasan kalau namanya masih diusulkan.

"Kami sudah beberapa kali datang ke kelurahan. Namun petugas hanya memberitahu kalau nama saya sudah diusulkan sebagai penerima kartu penjaminan dari pemerintah," jelasnya.

Winarsih berharap dengan kartu penjaminan kesehatan dapat memeriksakan lagi penyakitnya. "Keterangan dari dokter, penyakit saya harus dioperasi lanjutan sampai beberapa kali. Masalahnya saya tidak punya biaya," jelasnya.

Winarsih juga berharap ada dermawan yang menyisihkan sebagian rejekinya untuk membiayai operasi tumor yang menyerang bagian matanya. "Mudah-mudahan ada dermawan yang mau membantu," harapnya.

Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim Arif Witanto menjelaskan, Winarsih dari keluarga tidak mampu sehingga mestinya layak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Keluarga tidak mampu sehingga berhak mendapatkan penjaminan kesehatan dari pemerintah. Masalahnya, Winarsih sejak dua tahun ini sudah tidak menerima lagi," jelasnya.

Arif juga mendesak aparat kelurahan untuk lebih pro aktif membantu mendata warganya yang mengalami masalah. "Pendataan kartu KIS memang belum begitu akurat. Warga miskin yang lebih berhak malah tidak dapat, tapi warga yang mampu malah mendapat bantuan," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved