Malang Raya

Sebanyak 936.587 Warga Tidak Mampu di Malang Raya Terima KIS - PBI

Rincian jumlah itu adalah 762.665 jiwa dari Kabupaten Malang, 129.314 jiwa dari Kota Malang, dan 44.581 jiwa dari Kota Batu

Sebanyak 936.587 Warga Tidak Mampu di Malang Raya Terima KIS - PBI
net
kartu Indonesia Sehat 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari APBN di Malang Raya mencapai 936.587 jiwa hingga akhir 2015. Rincian jumlah itu adalah 762.665 jiwa dari Kabupaten Malang, 129.314 jiwa dari Kota Malang, dan 44.581 jiwa dari Kota Batu.

Jumlah tersebut bisa jadi akan bertambah karena tahun lalu, Dinas Sosial di Malang Raya melakukan verifikasi dan validasi lagi. Kemungkinan besar yang akan mengajukan usulan baru PBI dari APBN (sebelumnya disebut Jamkesmas) adalah Kota Malang.

Menurut Kepala Bidang Bantuan Perlindungan Sosial Kota Malang Tri Sukma, tahun ini pihaknya mengajukan usulan baru PBI APBN ke Kementerian Sosial sebanyak 18.138 jiwa. "Juga ada anak baru lahir mencapai 1.673 jiwa. Untuk anak baru lahir ini kami prioritaskan juga pengajuannya," ujar Tri, Rabu (3/2/2016).

Tri tidak mengetahui apakah pengajuan yang diajukan Pemkot Malang akan dikabulkan semua. Namun jika mengacu kepada kuota PBI APBN sebelumnya, Tri optimistis jumlah itu akan diterima oleh pemerintah pusat.

Dalam menentukan usulan baru penerima program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinsos Kota Malang tidak sembarangan menentukan kriterianya. "Pastinya sudah ditentukan kriterianya, ada 11 kriteria yang berhak menerima JKN dan menjadi peserta BPJS Kesehatan dari jalur PBI," tegas Tri.

Sedangkan dari Kabupaten Malang dan Kota Batu kemungkinan tidak ada tambahan lagi. Sebab dalam verifikasi tahun lalu, sudah dimasukkan sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) di tahun 2015.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Malang Gatot Subroto mengatakan seluruh KIS bagi 936.587 jiwa itu telah terdistribusi. "Saya sudah mengecek sendiri pendistribusian sampai ke pelosok-pelosok di Kabupaten Malang. Juga sudah dipakai di Puskesmas," ujar Gatot.

Setiap enam bulan sekali, lanjutnya, pihaknya selalu memperbarui data. Jika ada tambahan baru, maka segera diketahui dan diusulkan sebagai penerima KIS.

Gatot menambahkan, pendistribusian KIS di Malang Raya melibatkan perusahaan pengiriman barang, JNE. Distribusi oleh JNE dilakukan sejak November 2015 hingga Februari 2016.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved