Kediri

Penerima KIS Dikurangi, Warga Kediri Gelar Unjuk Rasa Penolakan

"Jumlah penerima KIS jangan dikurangi dengan alasan sudah mampu,"

Penerima KIS Dikurangi, Warga Kediri Gelar Unjuk Rasa Penolakan
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Puluhan Relawan Kesehatan unjuk rasa ke Balai Kota Kediri mendesak penerima kartu indonesia sehat (KIS) tidak dikurangi, Rabu (10/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Puluhan pegiat Relawan Kesehatan unjuk rasa menolak pengurangan penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Aksi itu dilakukan di Kantor Pemkab dan Pemkot Kediri, Rabu (10/2/2016).

Aksi Relawan Kesehatan dilakukan dengan menggelar orasi, spanduk dan poster. Di antaranya berbunyi, "Berikan Jaminan Sosial Untuk Rakyat Sesuai Pancasila dan UUD 1945".

Dengan alasan ekonominya sudah mampu, ada ribuan penerima KIS yang tidak mendapatkan lagi kartu KIS. Penerima kartu KIS di Kabupaten Kediri berkisar 40.000 dan di Kota Kediri penerima KIS sekitar 5.000.
Sebagian penerima KIS itu rencananya tidak lagi mendapatkan KIS karena dinilai telah mampu secara ekonomi.

"Jumlah penerima KIS jangan dikurangi dengan alasan sudah mampu," ungkap Daniel Arisandi, Korlap Aksi.

Apalagi tambah Daniel, tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini tengah mengalami penurunan. Sehingga semakin banyak masyarakat yang menderita dan miskin.

"Pendapatan per kapita tidak mengalami kenaikan, sementara biaya kebutuhan hidup semakin tinggi," tambahnya.

Untuk itu Relawan Kesehatan mendesak DPRD Kota dan Kabupaten Kediri serta instansi terkait tidak mengurangi jumlah penerima KIS.

"Pertumbuhan ekonomi semakin turun. Sehingga pemodal besar akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Indonesia," tambahnya.

Daniel juga menyerukan pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran dengan membangun ekonomi mandiri yang berbasis pada potensi yang dimiliki setiap daerah.

Supaya masyarakat tidak semakin tertekan, Relawan Kesehatan juga menolak rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Dampak kenaikan TDL bakal menyusahkan rakyat

Penulis: Didik Mashudi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved