Piala Gubernur Kaltim

Ini Pujian Coach Milo untuk Pemainnya Setelah Berhasil Mengandaskan Sriwijaya FC

Keberhasilan tim Arema Cronus mengakhiri turnamen Piala Gubernur Kaltim dengan kemenangan 3-1 atas Sriwijaya FC menjadi kepuasan tersendiri pelatih...

Ini Pujian Coach Milo untuk Pemainnya Setelah Berhasil Mengandaskan Sriwijaya FC
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pelatih Milomir Seslija memberikan instruksi pada pemain dalam latihan Arema Cronus di Stadion Gajayana Malang, Selasa (2/2/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Keberhasilan tim Arema Cronus mengakhiri turnamen Piala Gubernur Kaltim dengan kemenangan 3-1 atas Sriwijaya FC menjadi kepuasan tersendiri pelatih Milomir Seslija.

Pelatih asal Bosnia itu memberi pujian tinggi para pemainnya yang mampu membalik keadaan, dari tertinggal jadi menang telak di babak kedua laga perebutan peringkat tiga, Minggu (13/3/2016).

Milo, panggilan Milomir menyebut pertandingan anak asuhnya di stadion Palaran Minggu sore itu merupakan pertandingan terbaik di Indonesia. "Pertandingan di babak kedua, merupakan pertandingan 45 menit terbaik dari yang pernah ada," ujar Milo

Dalam pertandingan pamungkasnya di Kaltim, pasukan Singo Edan baru menunjukkan dominasi di pertengahan babak kedua.

Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, Arema mulai bangkit setelah tim Sriwijaya bermain dengan 10 pemain karena adanya sanksi kartu merah.

Setelah Gonzales membuka gol di menit 67. Tim Arema terus menyerang dan kembali menambah dua gol dari Esteban Vizcarra di menit 78 dan gol Dendi Santoso di menit 87.

"Saya salut dengan anak-anak (pemain), mereka main dalam tekanan, tapi mereka bisa membuat tiga gol. Ketiganya dari proses dan asist yang cantik," puji Milo.

Pelatih yang baru dipercaya memoles tim Arema di tahun 2016 itu menyebut tekanan bagi para pemain Arema sangat besar.

Selain kegagalan melaju ke babak final, faktor jauh dari keluarga juga jadi tekanan tersendiri bagi pemain. Apalagi saat di lapangan dalam pertandingan melawan Sriwijaya mereka harus kebobolan lebih dulu dan menjalani ketinggalan skor hingga awal babak pertama.

Bukan hanya pemain, Milo sendiri mendapat banyak tekanan selama menjalani turnamen di Kaltim.

Kekalahan 1-0 dari Tim juara Piala Gubernur Kaltim 2016, PBFC di laga penyisihan grup dan kegagalan melaju ke final membuat banyak pihak, khususnya Aremania mempertanyakan kinerjanya.

"Pemain 30 hari jauh dari Malang dan jauh dari keluarga. Itu sudah membuat pemain berada di bawah tekanan. Tapi semua tekanan itu bisa di-manage dengan baik sehingga pemain bisa tampil maksimal. Arema adalah pemenangnya meskipun tidak jadi juara," tegas Milo.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help