Malang Raya

BLH Malang Temukan Bukti Pencemaran Lingkungan dari Greenfields Indonesia

#Malang - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang menemukan bukti pencemaran limbah PT Greenfields

BLH Malang Temukan Bukti Pencemaran Lingkungan dari Greenfields Indonesia
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Petugas Badan Lingkungan Hidup sedang menggelar pemeriksaan di tempat yang diduga sebagai pembuangan limbah PT Greenfields 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang menemukan bukti pencemaran limbah PT Greenfields Indonesia. BLH berencana melayangkan sanksi berupa teguran kepada produsen dan pengolah susu sapi di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum ini.

Terkait pencemaran itu, Senin (30/5/2016) pagi tim BLH turun langsung ke perbatasan Dusun Maduarjo-Dusun Perungroto, Desa Babadan. Mereka melihat langsung bekas aliran limbah itu, meski alirannya kini sudah berhenti.

Kabid Pengawasan dan Pengendalian BLH Kabupaten Malang, Ricky Meinardhy, menegaskan terbukti ada aliran limbah PT Greenfileds ke lingkungan. Selain di area perkebunan, limbah itu mengalir ke jalan dan bahkan juga masuk ke aliran sungai.

Aliran limbah itu mencemari tiga dusun, yaitu Dusun Maduarjo, Petungroto, dan Jambuwer. Karena itu, BLH akan melayangkan sanksi berupa teguran. Sebab, BLH menilai ada unsur kelalaian dalam kejadian ini.

“Mungkin tidak disengaja membuang limbah ke lingkungan. Namun, dalam kasus ini ada unsur kelalaian. Karena itu kami akan memberikan teguran,” ungkap Ricky.

Menurut Ricky, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Sekitar tiga tahun lalu, limbah PT Greenfields mencemari area persawahan.

Hasil investigasi, kejadian itu karena pipa limbah sengaja dibocorkan. Namun pelaku pembocoran tidak diketahui secara pasti. Karena itu, BLH berharap PT Greenfields serius menanggapi teguran yang akan dilayangkan. Harapannya ke depan tidak akan terjadi pencemaran serupa.

“Alirannya sampai masuk ke sungai yang dimanfaatkan warga. Ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih luas,” ujar Ricky.

Sebenarnya pihak Greenfields telah membangun lagoon atau penampungan limbah, masing-masing berkapasitas 37.000 meter kubik, 8.000 meter kubik, dan 12.000 meter kubik. Dari lagoon itu, limbah dimanfaatkan untuk untuk biogas.

Humas PT Greenfileds Indonesia, Supriadi, mengatakan limbah dari lagoon dimanfaatkan untuk pemupukan kebun.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help