Malang Raya

Cokelat Temon, Sensasi Makan Buah Selimut Cokelat Tebal

Sejauh ini masih ada empat varian buah, yakni Nangka, Ubi ungu, Pisang, dan Apel. Perpack,

Cokelat Temon, Sensasi Makan Buah Selimut Cokelat Tebal
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Andik Kristanto, pemilik Cokelat Temon, keripik buah selimut cokelat. Ia memulai membuat usaha ini sejak 2014, saat ini penjualan naik sebanyak 60 persen, sekitar 3000 pack per bulan, Senin (18/7/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang dan sekitarnya, memang dikenal dengan oleh-oleh buah-buahan. Tak terkecuali keripik buah, mulai dari Apel, Rambutan, Pisang, Ubi Ungu, dan Nangka.

Tetapi, bagaimana rasanya keripik buah itu diselimuti oleh cokelat tebal. Tanpa tetap membuat keripik itu terasa kriuk-kriuk. Ada inovasi yang dibuat oleh pemuda asal Kota Kediri ini, Andik Kristanto (25).

Lulusan Universitas Brawijaya (UB) jurusan Perikanan ini membuat satu inovasi cara memakan keripik buah dicampur dengan cokelat. Yakni dengan menyelimuti keripik buah itu dengan cokelat tebal.

Andik memulai usaha sejak tahun 2014, tepatnya bulan Agustus. Berawal dari kesukaannya pada satu ice cream yang berselimut cokelat tebal, ia terinspirasi. Akhirnya, ia mencoba-coba bagaimana membuat keripik buah ini tetap kriuk-kriuk meski diselimuti cokelat tebal.

Tak lama, ia berhasil membuat keripik buah berselimut cokelat. Untuk buahnya, ia dapatkan dari distributor keripik buah. Dengan nama brand yakni Cokelat Temon, saat ini sudah laris ia jual diberbagai daerah, seperti Semarang, Batu, Malang.

“Memang masih dijual secara online. Lewat Facebook, Instagram, dan dari grup di sosial media,” tutur dia saat ditemui di kediamannya di Graha Dewata, Senin (18/7/2016).

Sejauh ini masih ada empat varian buah, yakni Nangka, Ubi ungu, Pisang, dan Apel. Perpack, Andik menjual dengan harga Rp 19 ribu. Selama bulan puasa hingga pascaebaran saat ini, penjualan naik sebesar 60 persen. Sebulan ia bisa menjual sebanyak 3.000 pack, dengan rata-rata perhari 140 pack. Untuk label, ia sudah mendapat izin dari Dinas Kesehatan dan MUI.

“Penjualannya saya juga titip di beberapa tempat wisata, seperti Jatim Park 1 dan 2, Museum Angkut, BNS. Agustus ini mau saya taruh di beberapa toko seperti Carefour,” imbuh pria kelahiran 12 Juni ini.

Darah dan jiwa berwirausaha mengalir dalam diri Andik. Ia pernah berjualan nasi kotak saat SMA, bahkan ia pernah menjadi loper koran saat masih kuliah.

Bungsu dari tiga bersaudara ini tak pernah berhenti untuk melatih kemampuannya dengan berjualan, berjualan makanan Jepang, seperti Sushi juga pernah ia lakoni. Dikatakannya, tak pernah ada protes dari kedua orangtuanya dengan apa yang ia lakukan. Saat ini ia mendirikan usaha Cokelat Temon saja menggunakan modal sendiri dari hasil uang yang ia simpan.

Di Malang, penggemar Cokelat Temon ini tak asing dikalangan mahasiswa.

Diajeng Ayu, mahasiswa UB Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) mengatakan, setelah mencoba Cokelat Temon ini, memang rasanya beda. Dikatakannya, cokelatnya yang tidak membosankan, ketika dimakan rasa renyah dari keripik buah masih ada.

“Kebanyakan kalau diolah lagi itukan mlempem, ini enggak. Enak aja rasanya. Rasa buahnya dapet, begitupunn cokelatnya,” tuturnya.

Tak hanya Diajeng, Nimas Intania, juga mengatakan hal yang sama.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved