Malang Raya

Pamannya Pelit, Si Keponakan Nekat Curi Uang dan Ponsel Pamannya, Ending Ceritanya Begini . . .

“Dia pelit dan sikapnya tidak menyenangkan. Makanya saya curi uangnya. Sudah tiga kali saya ambil uangnya,”

Pamannya Pelit, Si Keponakan Nekat Curi Uang dan Ponsel Pamannya, Ending Ceritanya Begini . . .
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Tersangka saat di meja penyidik UPPA Polres Malang. 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM - Remaja berusia 15 tahun berinisial PS asal Jabuwer, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang menjadi tersangka kasus pencurian. PS ditangkap setelah ketahuan mencuri uang dan telepon genggam milik pamannya.

PS mengaku, pamannya yang bernama Rofii terkenal pelit. Sikap itulah yang membuatnya jengkel dan ingin mengerjainya. Salah satunya dengan mencuri uang milik Rofii.

“Dia pelit dan sikapnya tidak menyenangkan. Makanya saya curi uangnya. Sudah tiga kali saya ambil uangnya,” tutur PS kepada SURYAMALANG.COM di Mapolres Malang, Selasa (9/8/2016).

Masih menurut PS, beberapa bulan lalu ia mencuri uang pamannya yang tersimpan di dalam tas. Merasa berhasil menjalankan aksinya, PS kembali mengulangi perbuatannya.

“Saya lupa waktunya. Pokoknya waktu itu dua kali saya ambil uangnya,” tambah PS.

Aksi tersebut kembali diulangi Kamis (4/8/2016) malam. Saat itu Rofii sudah tertidur pulas. PS masuk ke rumahnya dan mencari tas yang biasa digunakan menyimpan uang.

Dengan cekatan PS mengambil uang Rp 360 ribu dan sebuah telepon genggam. PS nyaris berhasil menjalankan aksinya. Namun diam-diam Rofii yang terbangun mengetahui semua perbuatannya.

“Ternyata HP-nya rusak, tidak bisa digunakan. Uangnya saya gunakan untuk uang saku, karena saya mulai bekerja di toko sepatu di Kepanjen,” ujarnya.

Rofii melaporkan PS ke Polsek Ngajum. PS ditangkap keesokan harinya, Jumat (5/8/2016) dan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. PS pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“Kalau gak pelit, mungkin saya tidak mencuri uangnya,” pungkas PS.

Sementara Kepala UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo mengatakan, PS masih tergolong anak-anak. Karena itu, proses hukumnya akan dipercepat. Demikian proses persidangan, nantinya akan dipercepat.

“Kami akan segera limpahkan ke Kejaksaan, agar prosesnya bisa segera disidangkan,” tandasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved