Kota Batu

12 Warga Kota Batu Terjaring Operasi Yustisi, Akibatnya Mereka Didenda Rp 250.000

12 warga Kota Batu yang terjaring operasi yustisi Satpol PP dihadapkan ke persidangan. Mereka diminta bayar denda Rp 250.000

12 Warga Kota Batu Terjaring Operasi Yustisi, Akibatnya Mereka Didenda Rp 250.000
SURYAMALANG.com/Ahmad Amru Muiz
salah satu warga melakukan pembayaran vonis denda oleh Hakim tunggal PN Malang, Rabu (24/8). Hal itu setelah warga tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah dan terjaring operasi Yustisi Satpol PP Pemkot Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 12 warga yang terjaring operasi yustisi Satpol PP dihadapkan ke persidangan.

Ke 12 warga yang umumnya memiliki tempat usaha tersebut dinilai melanggar Perda Kota Batu karena belum memiliki izin HO.

Hakim PN Malang, Byrna Mirasari SH sebagai hakim tunggal dalam persidangan Yustisi di Balai Kota Among Tani Pemkot Batu memvonis 12 warga dengan denda masing-masing Rp 250.000.

Di mana mereka semua para pelanggar dinilai dengan sengaja tidak mengurus perizinan ketika membuka tempat usaha.

"Tindakan mereka jelas melanggar Undang-undang sehingga kami jatuhi vonis denda semuanya. Dan mereka harus segera mengurus izin tempat usahanya ke Pemkot Batu," kata Byrna Mirasari usai memimpin sidang Yustisi, Rabu (24/8/2016).

Sementara Kasatpol PP Pemkot Batu, Robiq Yunanto mengatakan, diajukannya para pelanggar Perda ke persidangan Yustisi yang dilakukan Pengadilan Negeri Malang sebagai pembelajaran.

Hal itu sekaligus diharapkan akan bisa memberi efek jera kepada para pelanggar Perda tentang perizinan tempat usaha di Kota Batu.

"Bila pelanggar yang telah kami ajukan ke persidangan hari ini ternyata tetap membandel tidak mau mengurus perizinan sesuai aturan maka kami akan lakukan razia kembali," kata Robiq Yunanto.

Sejak awal, dikatakan Robiq, pihaknya seringkali memberikan sosialisasi kepada warga pemilik tempat usaha untuk mengurus perizinan.

Dan sebelum mendapatkan izin lengkap sesuai Perda Kota Batu maka mereka tidak boleh memulai membangun tempat usaha tersebut.

"Kami tidak pandang bulu dan tidak pilih-pilih dalam melakukan razia kepada tempat usaha di Kota Batu. Siapa saja pelanggar akan kami tindak," tandas Robiq Yunanto.

Sementara salah satu warga yang diajukan ke Pengadilan Yustisi, Suryo mengatakan, pihaknya yang memiliki tempat usaha Apotek Sumber Waras Kota Batu merasa bersalah karena belum memiliki HO.

"Kami terima saja vonis bersalah dari Hakim dan membayar denda Rp 250 ribu tadi," tutur Suryo.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help