Malang Raya

Didik Nini Thowok Menyesali Aksi Vandalisme di Candi Badut Kabupaten Malang, Banyak Coretan

"Saya pernah lihat di Candi Badut. Mungkin dicoreti sama anak-anak yang pacaran. Sayang sekali,"

Didik Nini Thowok Menyesali Aksi Vandalisme di Candi Badut Kabupaten Malang, Banyak Coretan
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Seniman Didik Nini Thowok (kanan) saat di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Kamis (1/9/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Seniman sekaligus penari, Didik Nini Thowok, menyatakan untuk mengenalkan budaya, orang tua bisa mengajak anak-anak mereka mengunjungi situs candi-candi. Apalagi di Malang banyak peninggalan candi. Sayang jika tidak dimanfaatkan.

"Itu harus dibiasakan sejak kecil. Dari TK sampai SD. Caranya dengan mengajak anak-anak piknik ke candi," jelas Didik Nini Thowok kepada SURYAMALANG.COM usai tampil di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Kamis (1/9/2016).

Cuma sayangnya, kata dia, di candi di Malang ia menemukan coretan-coretan. Hal itu dipandangnya sebagai kegiatan yang tidak menghargai peninggalan budaya Indonesia.

"Saya pernah lihat di Candi Badut. Mungkin dicoreti sama anak-anak yang pacaran. Sayang sekali," katanya. Ia mengetahui itu ketika tampil di candi tersebut. Sehingga bisa mengungkapkannya.

Menurut dia, kerusakan candi akibat tangan usil itu akibat mereka tidak teredukasi menghargai karya orang lain. Selain itu, siswa bisa diajak melihat tari. Itu bisa dilakukan oleh orang tua atau siswa.

Dengan begitu, peran melestarikan budaya bisa dilakukan bersama. "Jangan hanya menggantungkan ke sekolah," kata dia. Menurut dia, menghargai budaya tidak harus dengan menjadi seniman.

Namun bisa lewat kegiatan-kegiatan pengenalan budaya. Dikatakan Didik, kunjungan ke museum juga bermanfaat. Termasuk pengenalan transportasi. "Di Jepang, siswa juga diajak ke bandara, baik kereta api dsb. "Bentuk edukasi sangat banyak," kata dia.

M Zulfi Azhari, siswa kelas 12 IPA menyatakan rasa sukanya bisa ketemu langsung dengan Didik Nini Thowok di sekolahnya. "Kesempatan seperti ini langka," kata dia.

Karena itu ia menyimak acara yang dilaksanakan di mushola sekolah itu. "Penjelasan seni dan budaya sudah menyeluruh. Mulai arti, gerakan serta logika dan efisiensi seni dan budaya dijelaskan semua Pak Didik," kesan dia.

Katanya, ia sangat mencintai budaya. "Pak Didik tadi cerita bagaimana ia mempromosikan tari ke 38 negara. Luar biasa," katanya dengan nada kagum.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved