Malang Raya

Kesbangpol Kota Batu Sosialisasi Pilkada untuk Menekan Angka Golput

"Karena bila angka Golput dalam Pilkada cukup banyak persentasenya itu artinya Pilkada kurang sukses"

Kesbangpol Kota Batu Sosialisasi Pilkada untuk Menekan Angka Golput
IST
Ilustrasi golput 

SURYAMALANG.COM, BATU - Upaya menekan angka Golput, Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Batu gelar sosialisasi pilkada. Hal itu dimaksudkan agar segenap elemen masyarakat mulai tokoh masyarakat, tokoh agama,organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pengurus Parpol, PNS, SKPD, Pemilih Pemula, perangkat desa, dan lainya di Kota Batu paham dan mengerti akan pentingnya Pilkada.

Kepala Kesbangpol Pemkot Batu, Thomas Maydo mengatakan, dalam sosialisasi yang akan digelar secara berkala dan terus menerus tersebut diharapkan nantinya tingkat partisipasi warga dalam Pilkada dapat mencapai sekitar 80 persen dari jumlah DPT. Dengan demikian penyelenggaraan Pilkada untuk menentukan pemimpin Kota Wisata Batu lima tahun mendatang berjalan sukses.

"Karena bila angka Golput dalam Pilkada cukup banyak persentasenya itu artinya Pilkada kurang sukses. Untuk itu sejak jauh hari harus dilakukan antisipasi melalui sosialisasi kepada warga soal Pilkada," kata Thomas Maydo disela kegiatan sosialisasi Pemilukada di Gedung Pancasila Balai Kota Among Tani Pemkot Batu, Kamis (1/9/2016).

Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan Thomas Maydo, pihaknya sengaja mengundang Ketua KPU dan Ketua Panwaslih serta sejumlah pengamat politik serta dosen politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai pembicara.

Dengan demikian peserta sosialisasi bisa mendengar dan mendapat penjelasan langsung terkait Pilkada. Di samping itu, peserta juga bisa mendapatkan gambaran akan pentingnya Pemilukada dipandang dari sudut politik dari akademisi. Termasuk berbagai hasil perkembangan dari berbagai survei dan penelitian terkait kondisi terkini dari peta politik di Kota Batu.

"Kami berharap setelah mendapatkan pengetahuan dari sosialisasi ini para peserta bisa menularkan menjelaskan pada elemen masyarakat lainya, dengan begitu diharap angkat Golput dalam Pilkada bisa ditekan," tandas Thomas Maydo.

Sementara salah satu pembicara Haris El Mahdi dosen Universitas Brawijaya menjelaskan, tingkat partisipasi warga dalam pilkada di Kota Batu cukup tinggi. Hal itu selain kota Batu wilayahnya kecil, umumnya masyarakat Kota Batu sudah paham dan mengerti akan Pemilukada. Bahkan, berdasar pelaksanaan Pilkada sebelumnya di Kota Batu tingginya partisipasi pemilih juga dikarenakan warga paham soal Politik Uang dan mereka ikut saja, sehingga boleh dikata banyak pemilih imitasi atau memilih tidak karena faktor kualitas pemimpin tapi faktor uang yang lebih menonjol.

"Itu terjadi pada Pilkada yang lalu dan itu luar biasa besarnya, rakyat tidak bisa disalahkan akan fenomena itu sehingga partisipasi pemilih cukup tinggi disini," kata Haris El Mahdi.

Oleh karena itu, dikatakan Haris El Mahdi, perlu kerjasama semua pihak untuk menjadikan Pemilukada di Kota Batu tahun ini betul-betul berintegritas dan jauh dari money politic. Meskipun hal itu cukup sulit dilakukan karena masyarakat sudah biasa dan paham akan kondisi Pilkada memang seperti itu.

"Makanya, perlu ada sosialisasi dan pemahaman yang benar soal Pilkada, dan Pilkada bukan kegiatan bagi-bagi uang tetapi momen menentukan Pemimpin Kota Batu untuk lima tahun ke depan," tutur Haris El Mahdi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help