Malang Raya

Dinsos Kota Malang Sebut 6.000 Warga Tak Bisa Pakai Kartu Indonesia Sehat, Karena ini

Usulan memasukkan 6.0000 orang itu ke BPJS Kesehatan sebagai tanggung jawab Kota Malang terhadap warganya yang tak tertampung oleh bantuan kementrian.

Dinsos Kota Malang Sebut 6.000 Warga Tak Bisa Pakai Kartu Indonesia Sehat, Karena ini
net
kartu Indonesia Sehat 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Dinas Sosial Kota Malang Sri Wahyuningtyas menjelaskan, tidak dapat dipakainya Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh 6.000 orang itu, lantaran mereka tidak masuk dalam vertifikasi yang dilakukan oleh Kementrian Sosial RI.

Beberapa dari mereka, oleh kementrian, dianggap sudah tidak masuk dalam kategori miskin. Selain itu, ada juga dari mereka yang disebut sudah berpindah dari Kota Malang, sudah meninggal dunia, dan sebab-sebab lain.

"Ada juga yang alamatnya tidak dikemukan," kata wanita yang akrab disapa Yuyun itu, saat dikonfirmasi, Rabu (21/9/2016).

Data Dinas Sosial mencatat, jumlah pemegang KIS saat ini 129.070 orang. Sebanyak 6.000 orang yang dihapus kepemilikannya oleh kementrian sudah tidak masuk dalam daftar itu.

Ia menjelaskan, usulan memasukkan 6.0000 orang itu ke BPJS Kesehatan sebagai tanggung jawab Kota Malang terhadap warganya yang tak tertampung oleh bantuan kementrian.

Dinas Sosial memiliki mengelola program untuk para warga kurang mampu. Salah satunya yakni Program Keluarga Harapan yang juga program dari kementrian.

"Mulai 2013, Kota Malang dapat program PKH (Program Keluarga Harapan) pada 4.000 peserta. Bantuannya ada beberapa macam, termasuk KIS dan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Ada juga KJS (Kartu Kesejahteraan Sosial) yang akan memberi Rp 300.000 per bulan bagi keluarga miskin," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved