SuryaMalang/

Banyuwangi

Unik, 100 Model Bakal Lenggak-lenggok Kenakan Batik di Catwalk Trotoar

Fashion On The Pedestrian akan mengawali Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016, Jumat (7/10/2016) sore

Unik, 100 Model Bakal Lenggak-lenggok Kenakan Batik di Catwalk Trotoar
SURYA/Haorrahman
Para model memeragakan Fashion On The Pedestrian tahun lalu 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Fashion On The Pedestrian akan mengawali Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016, Jumat (7/10/2016) sore. Para model, mulai anak-anak hingga dewasa akan memeragakan busana di catwalk trotoar Taman Blambangan, Banyuwangi. ‎

Seratus model asal Banyuwangi akan menggunakan busana batik khas Bumi Blambangan dengan segala kreasinya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi,
Hary Cahyo Purnomo mengatakan, para peraga busana yang turun dalam fashion on pedestrian ini ada yang memang model profesional, ada juga yang model dadakan dari kalangan pelajar dan karyawan swasta.

Para model akan berlenggak lenggok sepanjang 140 meter di trotoar di taman kota hijau yang terhampar di tengah kota Sunrise of Java itu.

Selain ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam promosi batik Banyuwangi, dan menumbuhkan kecintaan pada fesyen batik lokal, even ini dibuat untuk menunjukkan trotoar bisa menjadi tempat pertunjukkan yang istimewa.

“Kami ingin mengingatkan kembali, fungsi trotoar ini untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan dan sebagainya. Apalagi Banyuwangi secra bertahap, telah membangun trotoar yang didesain dengan aman, ramah dan nyaman bagi penggunanya,” kata Hary, Rabu (5/10/2016).

Kategori busana yang akan dibawakan antara lain busana casual untuk peserta anak-anak, busana pesta untuk peserta remaja, dan busana kerja bagi peserta dewasa dari kalangan karyawan.

"Ada yang mengenakan desainnya sendiri, ada pula yang membawakan desain hasil rancangan pelakum UMKM batik Banyuwangi," kata Hary.

Hary mengatakan fashion batik di trotoar ini tidak sekadar menjadi instrumen pengungkit trafficwisatawan ke Banyuwangi, namun juga sebagai pemantik kreativitas pengrajin batik di Banyuwangi.

“Sejak digelar event tentang batik, keragaman motif batik kita semakin berkembang. Dari 20 motif klasik yang dulu dominan diproduksi pengrajin, kini telah berkembang hingga lebih dari 50 motif. Dengan ajang ini, kita berharap khazanah batik Banyuwangi akan semakin beragam,” kata Hary.

Hary mengatakan, ajang ini untuk memacu kreativitas para peserta. Penyelenggara tidak menentukan model busananya. Peserta diberi kebebasan untuk menyiapkan busana yang akan mereka peragakan.

"Dari ajang ini, nantinya dipilih 30 model terbaik untuk tampil di puncak BBF 2016 bersama model-model nasional,” terang Hary.

Selain Fashion On The Pedestrian, rangkaian BBF lainnya adalah lomba mencanting batik yang akan digelar Kamis (6/10) di Taman Blambangan. Workhsop tentang batik, Sabtu (8/10).

Sedangkan acara puncak peragaan busana Banyuwangi Batik Festival digelar Minggu malam (9/10) di Taman Blambangan. Sejumlah bintang tamu turut meramaikan acara ini, antara lain Putri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita, Danang (Akademi Dangdut) dan Denada Tambunan.

Penulis: Haorrahman
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help