Malang Raya

Sayang Sekali Pembangunan Bandara Purboyo Dibatalkan, Padahal Bisa Mendongkrak Kedatangan Wisatawan

“Selama ini Bandara Abdulrahman Saleh (Malang) hanya sebatas alternatif saja,” ujar David

Sayang Sekali Pembangunan Bandara Purboyo Dibatalkan, Padahal Bisa Mendongkrak Kedatangan Wisatawan
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI - Pesawat Garuda Indonesia diparkir di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Senin (11/7/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Keberadaan bandar udara (bandara) bertaraf internasional dibutuhkan untuk mendongkrak wisata di Malang selatan. Karena itu, pembatalan rencana pembangunan Bandara Purboyo sangat disayangkan.

Hal tersebut disampaikan David Susanto, pelaku bisnis pariwisata sekaligus pemilik Singosari Regency. Menurut David, pintu kedatangan wisatawan nomor satu di Indonesia masih Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Disusul Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Juanda Surabaya.

“Selama ini Bandara Abdulrahman Saleh (Malang) hanya sebatas alternatif saja,” ujar David, Rabu (5/10/2016).

Lanjut David, usulan Bandara di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur tersebut sebenarnya sangat strategis. Bandara tersebut diyakini bisa mendongkrak kunjungan wisata di Jawa Timur sisi selatan. Sayangnya pemerintah pusat kemudian membatalkan usulan ini.

Masih menurut David, kunjungan pariwisata sangat tergantung pada amenitas, seperti persediaan hotel dan fasilitas penunjang lainnya. Namun, meskipun amenistas sudah memadai, jika akses masih buruk juga mempengaruhi minat kunjungan wisatawan.

“Akses ini menjadi tugas pemerintah daerah. Pemeritah harus membuka seluas-luasnya akses untuk memudahkan kunjungan wisatawan,” tegasnya.

David saat ini tengah mempersiapkan amenitis di wilayah Singosari. Singosari dipilih karena mempunyai akses yang memadahi dibanding wilayah lain.

Misalnya di Singosari ada stasiun, dekat dengan terminal bus dan dekat dengan Bandara Abdulrahman Saleh.

Ke depan diharapkan Tol Malang-Pandaan lekas dirampungkan pemerintah. Termasuk memperluas akses menuju Bromo dan Semeru.

“Karena Bromo dan Semeru adalah ikon wisata di Jawa Timur yang mendunia,” sambung David.

David berencana menjadikan Singosari sebagai home base industri wisata yang digarapnya. Seperti menyiapkan pembangunan hotel di wilayah ini. Selain itu, David yang digandeng Pemkab Malang untuk pengembangan wisata ini, mengaku selalu menyesuaikan dengan minat wisatawan.

“Misalnya rata-rata wisatawan ke Malang ingin ke Bromo. Sajikan dalam satu paket wisata, wisatawan nantinya bebas memilih,” tandasnya.

Sebelumnya pemerintah pusat membatalkan rencana pembangunan Bandara Purboyo, di Malang selatan. Namun Bupati Malang, Rendra Kresna berharap, ke depan rencana tersebut bisa dilaksanakan. Sebab keberadaan bandara di Malang selatan menjadi kunci kebangkitan ekonomi di selatan Jawa Timur.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved