Dahlan Iskan Jadi Tersangka

Terjerat Korupsi, Jaksa Sebut Ulah Dahlan Iskan Rugikan Negara Senilai Rp 11 Miliar

Menurut jaksa, penjualan dua aset itu dilakukan tidak sesuai prosedur penjualan aset BUMD Pemprov Jatim.

Terjerat Korupsi, Jaksa Sebut Ulah Dahlan Iskan Rugikan Negara Senilai Rp 11 Miliar
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Sidang perdana Dahlan Iskan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jl Juanda, Sidoarjo, Selasa (6/12/2016). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Selama kurang lebih dua jam, sidang dugaan korupsi penjualan aset PT PWU dengan terdakwa Dahlan Iskan berlangsung di Pengadilan Tipikor.

Selama itu pula, Dahlan yang kali ini ditemani kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum. Dahlan menurut informasinya juga didukung 16 pengacara.

Dari Yusril sendiri membawa 12 pengacara. Surabaya dua pengacara dan Jawa Pos dua pengacara.

Namun saat sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tadi ada empat pengacara di kursi penasihat hukum.

Kasus penjualan aset PWU yang kini menyeret mantan Menteri BUMN Dahlan itu terjadi di dua tempat. Yakni di Kediri dan Tulungagung.

Menurut jaksa, penjualan dua aset itu dilakukan tidak sesuai prosedur penjualan aset BUMD Pemprov Jatim. Dalam dakwaannya, penjualan ini di bawah nilai jual objek pajak (NJOP).

"Penjualan aset BUMD itu tak melalui persetujuan DPRD dan surat gubernur. Hanya surat izin dari ketua DPRD waktu itu," kata Trimo, salah satu penuntut umum.

Dalam hitungan penuntut umum, kerugian negara akibat penjualan aset di dua kota itu sekitar Rp 11 miliar.

Terdakwa Dahlan kini harus mempertanggungjawabkan di hadapan majelis hakim di persidangan.

Jaksa menjerat Dahlan dengan UU Topikor No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, Pasal 2 dan Pasal 3.

Penulis: faiq nuraini
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved