Nasional

Petani Ini Minta Rumah Layak Huni, Ketika Dicek, Kekayaannya Bikin Kaget

Bermaksud memeriksa apakah pasutri yang mengaku miskin itu berhak atas rumah layak huni dari pemerintah, yang ditemukan tim pemeriksa ternyata mengeju

Petani Ini Minta Rumah Layak Huni, Ketika Dicek, Kekayaannya Bikin Kaget
Bangka Pos
Pondok kebun pasangan Jumli Usman dan Marisa di Dusun 3 Jalan Peruang Desa Baturusa. 

SURYAMALANG.COM -  Kabag Humas Sekretariat Daerah Bangka, Boy Yandra bersama Tim Desa Baturusa, yakni kades, RT, BPD dan Gustari dari Pendiri Forum RT se Kabupaten Bangka, Sabtu (31/12/2016) lalu terkejut saat meninjau pondok kebun pasangan Jumli Usman dan Marisa di Dusun 3 Jalan Peruang Desa Baturusa.

Bermaksud memeriksa apakah pasutri yang mengaku miskin itu berhak atas rumah layak huni dari pemerintah, yang ditemukan tim pemeriksa ternyata mengejutkan.

Menurut Boy Yandra dari hasil pengecekan tersebut ternyata Jumli memiliki lahan karet seluas satu hektar, tanah seluas 20 x40 meter, memiliki motor dan tinggal dikebun.

"Kita dari tim sebelum LSM (Gustari-red) masuk kita sudah memiliki data yang lengkap. Pertama dia punya aset di Pangkalpinang rumah kontrakan itu istrinya punya, kemudian dia punya lahan ada satu hektar isinya karet dan punya tanah di pinggir jalan 20x40 meter kemudian punya aset juga motor," ungkap Boy Yandra, Selasa (3/1/2017) di Kantor Bupati Bangka.

Menurutnya, aturan untuk rumah layak huni benar-benar diperuntukan bagi warga miskin yang tidak mampu dengan penghasilan hanya cukup untuk makan dan tidak mampu membangun rumah layak huni.

Sedangkan Jumli Usman dinilai mampu dari hasil karet seluas satu hektar tersebut ada, jika lahan yang dimilikinya dijual juga bisa membangun rumah layak huni.

"Jadi kita berharap kepada masyarakat tolong dipahami aturan-aturan yang ada itu tidak boleh dilanggar, kalau kita melanggar aturan berarti yang memberikannya itu bisa kena," jelas Boy Yandra.

Menurutnya untuk rumah layak huni program Pemkab Bangka tahun 2017 ini sebanyak 100 unit dari program bantuan Satam Emas, 70 unit dari APBD Kabupaten Bangka, 345 unit dari Kementerian Pekerjaan Umum rehab rumah sebesar Rp 7 juta hingga Rp 15 juta.

Dengan demikian lanjutnya kesempatan bagi masyarakat tidak mampu besar untuk tahun 2017 ini.

"Kepada para kades, kita berharap agar didata benar-benar kalau tidak bisa ya tidak bisa. Buat laporan ke bappeda mengecek apakah itu layak atau tidak layak," harap Boy Yandra. (*)

Sumber : Bangka Pos

Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help