Pasuruan

Pemkot Pasuruan Blacklist Kontraktor Pelaksana Pembangunan Perpustakaan, Ini Penyebabnya

Lukman menambahkan proses pembangunan gedung ini baru rampung 85 persen. Namun belum ada pembangunan akses jalan.

Pemkot Pasuruan Blacklist Kontraktor Pelaksana Pembangunan Perpustakaan, Ini Penyebabnya
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Pembangunan gedung arsip dan Perpustakaan senilai Rp 4 miliar belum selesai. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Pembangunan yang dilakukan Pemkot Pasuruan di sejumlah sektor perlu dievaluasi. Sebab, ada beberapa proyek pembangunan dengan dana dari APBD 2016 tidak selesai.

Bahkan, hingga awal tahun 2017 ini, proyek belum terselesaikan, seperti pembangunan gedung perpustakaan senilai Rp 4 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Lukman Hakim Bachmid mengatakan kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah. Sebab, molornya pembangunan gedung ini menambah daftar catatan buruk program pembangunan.

“Sebelumnya juga ada kegagalan pembangunan jembatan senilai Rp 1 miliar. Ini harus dievaluasi. Apa yang salah sehingga dua proyek gagal dikerjakan, dan dikerjakan, tapi molor,” katanya.

Dia melihat ada yang kurang beres dalam tahapan proses perencanaan. Dia menduga lemahnya proses perencanaan pembangunan menjadi faktor utama dalam kegagalan ini.

“Perencanannya kurang matang. Seharusnya harus bisa lebih matang lagi. Jauh-jauh hari sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi keterlambatan,” paparnya.

Lukman menambahkan proses pembangunan gedung ini baru rampung 85 persen. Namun belum ada pembangunan akses jalan. Alasannya, Pemkot baru menganggarkan pembangunan jalan menggunakan APBD 2017 ini.

“Seharusnya saat ada rencana pembangunan gedung perpustakaan harus sudah ada jalannya. Biar tidak setengah-setengah. Apalagi lokasi gedung ini di tengah sawah dan akses jalannya sempit,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kota Pasuruan, Dwi Fitri mengaku telah memberi sanksi tegas kepada kontraktor atas keterlambatan dan kegagalan penyelesaian gedung tersebut.

“Kontraktor yang mengerjakan proyek itu di-blacklist selama dua tahun. Kami juga putus kontrak kerja dan penyitaan jaminan kontrak kerja,” terangnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help