Malang Raya

Rektor UB Malang Bentuk Tim Persiapan PTN Berbadan Hukum

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Ir M Bisri MS membentuk tim persiapan PTN BH (Berbadan Hukum) lewat SK nomer 414/2016

Rektor UB Malang Bentuk Tim Persiapan PTN Berbadan Hukum
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang dilihat dari lantai enam gedung rektorat, Senin (16/1/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Ir M Bisri MS membentuk tim persiapan PTN BH (Berbadan Hukum) lewat SK nomer 414/2016 tentang pembentukan tim persiapan PTN BH.

SK-nya berlaku mulai 1 November 2016 sampai 31 Oktober 2017. Pembentukan tim ini untuk mempersiapkan UB sebagai PTN BH. Tim ini terdiri dari 10 orang dan diketuai oleh Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi dari Fakultas Pertanian.

"Kami sudah studi banding ke beberapa PTN BH," tutur Latief, ketua tim ketika ditemui SURYAMALANG.COM di kantornya di lantai 6 rektorat UB. Ia menyebut seperti ke ITB dan UI. 

Menurut dia, sudah sejak dua tahun yang lalu UB diminta untuk menjadi PTN BH. Namun waktu itu, Rektor UB baru terpilih. Sehingga tidak langsung melaksanakan. Baru menjelang akhir tahun 2016, UB membentuk tim mempersiapkan PTN BH.

"Mestinya UB sudah PTN BH karena di rangking lima. Sedang PTN lain yang menjadi PTN BH ada yang di bawah UB rangkingnya," tutur dia. Saat ini, UB sebagai PTN BLU yang memiliki keleluasaan mengelola aset dan keuangannya.

Dengan menjadi PTN BH, maka ada otonomi termasuk di bidang akademik sehingga bisa bersaing di tingkat dunia. "Perguruan tinggi manapun di dunia menginginkan otonom mengelola PT dan pemerintah punya wadah PTN BH," jelasnya.

Karena itu, dengan kajian-kajian, studi banding hingga potensi diri dilakukan. 

"Nanti apakah menjadi PTN BH atau tidak terserah masyarakat UB," tutur mantan Dewan Pengawas UB ini. Yang jelas, lanjutnya, UB punya tiga opsi. 

Yaitu menerima PTN BH, menerima dengan menunda sampai UB siap PTN BH atau tetap menjadi BLU. Setiap opsi akan dikaji. "Tahun ini, kami mengkaji dulu. UB punya apa untuk menjadi PTN BH," paparnya.

Karena itu dilakukan kunjungan ke "tetangga" yang sudah duluan menjadi PTN BH seperti ke ITB, Unpad, UI dan ingin ke USU (Universitas Sumatera Utara). Di Jawa Timur, sudah ada dua PTN BH yaitu ITS dan Unair.

"Yang di ITB, saya lihat mereka sudah sangat siap. Mereka punya senjata hebat yaitu punya 12 PT (perseroan terbatas) dan dana abadi dari alumni," jelasnya.

Dengan dana abadi itu, hanya bunganya yang dipakai. "Kita menghitung-hitung, setidaknya dana abadi bisa efektif jika ada Rp 5 triliun ke atas. Kalau miliaran rupiah tidak bisa membiayai," katanya.

Nah, UB masih belum ada dana abadi. "Kalau UB, sumbangan dari alumni memang ada, tapi umumnya dalam bentuk gedung dan peralatan," jelas Latief. Berhasilnya ITB memiliki dana abadi karena alumninya sudah luar biasa termasuk menjadi menteri. 

Tentang kekhawatiran mahasiswa UB bahkan sempat berdemo karena khawatir SPP akan makin tinggi karena PTN BH, ia bilang jangan dikonotasikan dengan kenaikkan SPP. Demo pada 2016 itu dilakukan karena mendengar informasi pada 2017, UB menjadi PTN BH.

"Ini kan kita (UB) sedang menggali potensi diri dan tidak harus membebani mahasiswa," kata dia. Karena dengan lokasi kampus yang strategis bisa berpotensi mendapatkan mitra. Ia mencontohkan seperti UMM, PTS yang bisa mengembangkan usaha dari hotel, SPBU dll.

Menurut Latief, hal ini akan disosialisasi pada saatnya setelah memantapkan prosesnya. "Kami akan melangkah hati-hati karena tidak ingin membebani masyarakat," ujar Latief.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved