SuryaMalang/

Malang Raya

Ini Komentar Ketua BEM Fisip UB Malang Soal Spanduk PKI dan LGBT

Meskipun mendukung, namun Zidny berharap pihak fakultas tak terlalu jauh bertindak. Hal itu dikarenakan ada kajian komunisme sebagai ilmu pengetahuan

Ini Komentar Ketua BEM Fisip UB Malang Soal Spanduk PKI dan LGBT
pride-institute.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ketua BEM Fisip Universitas Brawijaya (UB) Malang, Zidny Ziaulhaque, mengapresiasi langkah pihak fakultas menurunkan spanduk yang berlogo PKI dan LGBT di Gedung A Fisip UB. Menurutnya, langkah itu sebagai bentuk menjaga konstitusi negara karena ornamen PKI memang dilarang.

Meskipun mendukung, namun Zidny berharap pihak fakultas tidak terlalu jauh bertindak. Hal itu dikarenakan ada kajian komunisme sebagai ilmu pengetahuan.

Soal LGBT, Zidny mengatakan tidak sepakat ada ajakan yang menyuarakan anti LGBT. Menurutnya, kata anti memiliki makna diskriminasi terhadap kelompok LGBT.

"Itu bentuk diskriminasi karena mungkin di kampus ini ada kelompok itu," katanya.

Pihak BEM mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan tentang adanya spanduk-spanduk. Zidny sekadar mengetahui secara personal. Katanya, spanduk-spanduk itu merupakan bentuk ajang kreativitas mahasiswa dalam rangka lomba PKM.

Spanduk-spanduk itu berada di dalam gedung. Ditempel di dekat lift sehingga nampak oleh setiap orang yang lalu-lalang.

"Setiap spanduk yang berasal dari kami pasti ada logonya BEM," imbuhnya, Jumat (17/2/2017).

Sekadar informasi, pihak FISIP UB menurunkan spanduk-spanduk yang berlogokan PKI serta LGBT. Penurunan spanduk itu setelah pihak FISIP UB mendapatkan kritikan dari beberapa pihak.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help