Travelling

JakCloth di Kota Malang, Tak Sekedar Berburu Pakaian, Tapi Ada Hiburan Musiknya

Gadis datang ke tempat itu untuk melihat hiburan yang tersaji. Penampilan dari Payung Teduh yang paling ia tunggu

JakCloth di Kota Malang, Tak Sekedar Berburu Pakaian, Tapi Ada Hiburan Musiknya
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung memilih melihat aneka kaos yang dijual dalam JakCloth 2017 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (25/2/2017). Gelaran JakCloth 2017 yang diikuti sekitar 100 brand clothing ini juga dimeriahkan dengan konser musik. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puluhan muda-mudi mengantre di pintu masuk pagelaran JakCloth di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (25/2/2017) sore. Mereka ingin memilih ratusan jenis pakaian dan asesoris yang dijual sekitar 100 clothing lokal. Meski sempat sepi saat hujan deras menguyur, mereka kembali memenuhi lokasi saat kondisi cuaca terang kembali.

Ana Rahmawati, warga Sukun, Kota Malang, sengaja datang ke sana untuk mencari busana perempuan khusus. Sejak berangkat dari rumah, ia sudah mengincar model pakaian dari clothing tertentu yang dia kenal. Setelah masuk ke lokasi itu, ia tiba-tiba merasa binggung karena banyaknya pilihan yang disuguhkan.

“Kebetulan ini binggung memilih, banyak yang dilihat,” katanya. Ana tampak tak resah meskipun saat ia datang cuaca di lokasi cukup terik. Ia tetap ingin berburu pakaian yang sudah dia inginkan sejak awal. Di sebuah stan, dia melihat dan memilah kaos-kaos yang terpajang.

Lain hal disampaikan Luluk Ainun. Gadis tersebut datang ke tempat itu untuk melihat hiburan yang tersaji. Penampilan dari Payung Teduh yang paling ia tunggu. Band tersebut sebanarnya baru akan tampil pada Minggu (26/2/2017). Namun, dia datang saat itu sekadar untuk menemani sang kakak berbelanja. “Besok datang lagi,” ujar perempuan berkerudung tersebut.

Kota Malang yang memiliki sekitar 50 kampus negeri dan swasta menjadi sasaran utama pada pagelaran tersebut. Marketing JakCloth, Novi Bustomi mengatakan, pagelaran di Kota Malang untuk JakCloth baru pertama digelar tahun ini. Setelah berjalan dua hari, ia melihat kunjungan lumayan tinggi. Targetnya, dalam sehari ada 20.000 kunjungan.

“Kalau Jumat mungkin separohnya, karena kami baru buka siang hari,” kata Novi. Sekadar untuk diketahui, pegaleran JakCloth berlangsung tiga hari mulai 24-26 Februari 2017.

Sekitar 100 clothing yang memeriahkan kegiatan itu murni dalam negeri. Tak ada produk mancanegara. Ada beberapa clothing dari Jawa Timur juga yang turun serta, termasuk dari Malang. Novi mengatakan, pihaknya memang ingin memberikan peluang kepada para pelaku clothing dalam negeri untuk berkembang.

Boby, karyawan dari clothing Heyho asal Jakarta, mengakui animo muda-mudi Kota Malang cukup tinggi. Tapi, ia tidak bisa membandingkan dengan pagelaran serupa lain pernah dia ikuti juga di daerah lain.

“So far, baguslah. Kalau misalnya mau dibandingkan dengan kota lain, relatif. Namanya beda daerah, tidak sama juga trennya. Tidak bisa ditebak,” ujar pria bertato itu.

Pada hari pertama acara, Boby mengaku mampu menjual 100 pakaian. Ia berharap, dua hari yang tersisa bisa lebih banyak membawa untuk. Soalnya, dia juga sudah memberikan beberapa potongan harga untuk menarik hati pengunjung. Untuk acara tersebut, ia membawa sekitar 1.500 pakaian dan aksesoris.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help