SuryaMalang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Inspirasi

Kotak yang Mengubah Hidup

Ondomohen Pack berdiri dan berproduksi aktif pada 2007. Ketika itu, Elita hanya membuat kotak kemasan biasa berbentuk persegi dengan beragam warna.

Kotak yang Mengubah Hidup
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah

SURYAMALANG.COM, SURABAYAKotak-kotak berbagai ukuran dan bentuk tersebar di atas karpet di depan Elita Sari Anggraini, pemilik usaha Ondomohen Pack. Kotak-kotak tersebut ternyata berperan besar untuk mengubah hidup wanita asli Surabaya itu menjadi lebih baik. Ia yang dulunya hanya bekerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan di wilayah Surabaya Barat dan bekerja di dalam ruangan tepatnya di depan komputer, kini telah berubah menjadi wanita pengusaha peraih penghargaan Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015.

Akibat Reformasi, pada tahun 2000 perusahaan tempat Elita bekerja terpaksa harus tutup sehingga membuatnya kehilangan pekerjaan. Namun kejadian tersebut tidak membuat wanita kelahiran 12 Oktober 1970 itu kehilangan semangat. Ia mengikuti berbagai pelatihan dari berbagai lembaga dan instansi hingga kemudian mulai tertarik untuk membuat handicraft berupa kotak kemasan.

Ondomohen Pack mulai berdiri dan berproduksi aktif pada 2007. Ketika itu, Elita hanya membuat kotak kemasan biasa berbentuk persegi dengan beragam warna dan menitipkannya ke beberapa toko serba ada adan toko buku di area Surabaya. “Awalnya saya masih menggunakan karton yang dilapisi kertas kado warna-warni,” katanya.

Pada 2009, Ondomohen Pack mulai bergabung dan dibina oleh Disperindag Kota Surabaya. Ia pun semakin aktif mengikuti pameran dan belajar menjual handicraftnya tersebut. “Saya ini bukan orang yang pintar ngomong, jadi ketika harus menjual dan berhadapan dengan orang banyak ya cukup kebingungan,” aku Elita lalu tertawa. Belum lagi produk yang ia jual ini bukanlah produk yang dibutuhkan orang sehari-hari, sehingga tak jarang ia membawa pulang kembali produk hasil karyanya yang ia bawa untuk pameran.

Ia juga mengembangkan produknya menjadi beragam bentuk dari hasil belajar lewat membaca banyak buku. Dari mulai bentuk kotak biasa, segi enam, persegi panjang, kotak bunga transparan, hingga kotak berkunci. Tapi sayangnya, kata wanita lajang itu, bentuk yang unik justru malah kesulitan untuk diterima pasar. “Karena mungkin kebutuhan kemasan biasanya yang tidak terlalu menonjol sehingga menonjolkan barang yang dikemas. Kotak untuk kado juga kebanyakan masih memilih yang berbentuk kotak biasa,” katanya.

Meski begitu, Elita tetap gigih dan berusaha keras mengembangkan usahanya tersebut. Dibantu 6 karyawan, dalam satu bulan Elita bisa mengantongi omzet hingga Rp 20 juta. Hingga kemudian pada 2015 ia dinobatkan menjadi juara 3 Pahlawan Ekonomi Surabaya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help