SuryaMalang/

Travelling

Tempat Sampah di Malang Ini Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata

Peserta akan dibawa ke Taman Kehati, di Komplek Perumahan PNS, Jalur Lingkar Barat (Jalibar) menggunakan mobil. Di sinilah wisata tubing dimulai

Tempat Sampah di Malang Ini Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Salah satu medan di Kali Metro Kabupaten Malang yang akan jadi wisata tubing. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan sebuah paket wisata yang berpusat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung. Salah satu wahana yang dijual adalah tubing (mengarungi sungai dengan ban) di Kali Metro, Kabupaten Malang, yang ada di bawah TPA ini.

Menurut Kepala DLB Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, TPA Talangagung akan dijadikan basecamp. Peserta akan dibawa ke Taman Kehati, di Komplek Perumahan PNS, Jalur Lingkar Barat (Jalibar) menggunakan mobil. Di sinilah wisata tubing dimulai.

Peserta akan melewati bawah jembatan Jalibar menuju Taman Puspa, di seberang Perumahan PNS. Melewati medan berbatu khas sungai pegunungan, tubing akan berhenti tepat di bawah TPA Talangagung.

“Kalau dihitung panjang medannya sekitar 2 kilometer. Kami sudah konsultasi, medannya tidak berbahaya dan bisa dimanfaatkan,” terang Budi, Minggu (26/2/2017).

Sesampai di TPA Talangagung, peserta akan mandi air panas. Air panas ini merupakan layanan khas TPA Talangagung. Air tersebut dipanaskan menggunakan gas metan yang diambil dari pengolahan sampah.

Di TPA ini juga akan dibangun kolam air panas. Fasilitas ini bisa dinikmati gratis, karena gas metan di TPA ini sangat melimpah. Peserta kemudian diajak wisata hutan di wilayah pemandian Metro.

“Wisata yang digagas memang wisata edukasi, wisata sambil belajar. Di wisata hutan kita belajar tentang hutan,” tambah Budi.

Wisata kemudian diteruskan ke Syphon Metro. Syphon Metro adalah terowongan air peninggalan Belanda, yang sudah berusia ratusan tahun.

Di lokasi ini peserta bisa belajar soal sejarah peninggalan Belanda yang luar biasa ini. Peserta juga diajak untuk belajar soal teknologi mikrohidro.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help