Travelling

VIDEO : Penumpang Kereta Api Dimanjakan Hiburan Musik Akustik di Stasiun Malang

Suasana Stasiun Malang Kota Batu tak pernah sepi. Dari kejauhan, terdengar alunan musik akustik, Minggu (26/2/2017) sekitar pukul 15.00 WIB

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Suasana Stasiun Malang Kota Batu tak pernah sepi. Dari kejauhan, terdengar alunan musik akustik, Minggu (26/2/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Alunan musik itu dari berasal dari sekelompok band yang berada di dalam stasiun, tepatnya di pojok stasiun dekat pintu keluar. Dengan peralatan akustik lengkap, sekelompok band menyuguhkan lagu-lagu yang asik dan tidak terkesan bising. Meskipun sesekali terdengar pengumuman informasi stasiun.

Pemandangan di dalam stasiun berubah menjadi menyenangkan. Banyak penumpang yang sedang menunggu kereta datang sesuai jadwal pemberangkatan jadi terhibur. Beberapa di antara mereka ada yang ikut bernyanyi, mendokumentasi, hingga ada juga yang ikut ambil andil. Nur Fatimah, warga Yogyakarta, terlihat begitu memasuki ruang tunggu, ia langsung menuju station corner tempat band memainkan musik.

Saat itu, lagu yang dinyanyikan ialah lagu dari Bon Jovi berjudul Always. Lagu itu dinyanyikan oleh band bernama Projam. Nur pun langsung ikut bernyanyi. Kepada SURYAMALANG.COM ia mengakui, pemandangan seperti ini sangat disukainya. Apalagi di Yogyakarta banyak musisi jalanan yang bermain musik menghibur pengunjung.

“Asik banget di Malang ada musik seperti ini. Saya juga baru tahu ini. Karena pas pulang naik kereta, biasanya naik bus. Jadi nunggu kereta tidak bosan kalau ada hiburan musik. Di Yogyakarta banyak sekali musisi seperti ini, jadi suka sekali kalau ada penampilan musik di tempat umum,” kata Nur saat menunggu kereta.

Dengan adanya fasillitas tambahan seperti ini, dirinya berharap bisa memberikan ruang bagi musisi untuk berkreasi. Apalagi, Nur juga memaklumi peraturan yang melarang pengamen di dalam kereta. Nur menambahkan, hal seperti ini bisa dicontoh di lokasi lainnya.

“Cuma tempatnya sedikit kurang strategis sih. Coba kalau di tengah-tengah ruang tunggu, pasti banyak yang lihat. Karena ini di pojok, jadi sedikit yang lihat, apalagi kadang suara musiknya terbentur sama suara informasi,” imbuh wiraswasta ini.

Mereka musisi ini setiap hari bermain di dalam stasiun. Sudah sekitar tiga bulan, tepatnya akhir Desember 2016. Wahyu GV Arema Voice, yang berinisiatif untuk membuat ide ini. Awalnya, ia ingin teman-teman musisi di Kota Malang khususnya memiliki ruang untuk bermusik. Dengan memanfaatkan ruang di dalam stasiun ia meminta izin kepada pihak stasiun untuk diberikan ruang bermusik.

“Kami melihat di stasiun ini pasti banyak penumpang. Apalagi mereka sambil menunggu kereta, tidak ada hiburan. Kami di sini sifatnya hanya menghibur. Menyuguhkan musik-musik yang tidak bising. Asal enak didengar. Kalau ada pengumuman informasi, kami kecilkan volume,” kata Wahyu saat ditemui di tengah-tengah penampilan band.

Ada enam posisi dari band Projam yang saat itu tampil. Secara kebetulan, band itu terbentuk sejak station music mulai berjalan. Mereka adakah, Santoso (Sam Gembos) seorang arsitek pada vokal, Moko gitaris dan vokalis, Olis gitaris, Nonot dosen Bahasa Inggris di Kanjuruhan posisi gitaris, Priyo perkusi, dan Cece sebagai vokalis. Mereka tampil dari pukul 14.00 WIB hingga malam.

Tepat di depan mereka ada wadah suka rela. Bukan paksaan untuk siapa saja yang mau memberikan secuil Rupiah kepada mereka. Di sana, siapa saja bisa tampil. Wahyu mengatakan, tidak membatasi jika ada pengamen atau musisi lainnya yang ingin tampil di sana.

“Silahkan, ini ruang untuk apresiasi para musisi. Tidak ada batasan. Malahan, nanti pertengahan Maret, kami mau menambah pameran lukisan dan foto,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Malang Kota Baru, Suprapto, mengatakan pelayanan ini hanya sekedar hiburan untuk penumpang stasiun. Pihaknya juga menginginkan tampilan stasiun ini seperti Stasiun Gubeng Surabaya.

“Saya kepikiran untuk membuat stasiun ini tempat yang menyenangkan. Yang menghibur penumpang. Asalkan jangan sampai membuat penumpang terlena terus ketinggalan kereta. Musik-musik yang ditampilkan juga tidak terlalu keras. Agar penumpang tidak jenuh ketika menunggu kereta datang,” tuturnya.

Alat-alat yang gunakan dari musisi sendiri. Pihak stasiun hanya menyediakan tempat. Jadwal musisi bermain di sini setiap hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB. Suprapto menambahkan, tidak ada kontribusi dari stasiun kepada musisi, begitu juga sebaliknya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help