SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Penelepon Misterius Tebar Teror di SDK Sang Timur Kota Batu, Bikin Panik Wali Murid

Tak tanggung-tanggung, penelepon iseng yang mengaku dari pihak sekolah ini menelepon sejumlah wali murid.

Penelepon Misterius Tebar Teror di SDK Sang Timur Kota Batu, Bikin Panik Wali Murid
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Sejumlah wali murid SDK Sang Timur, Kota Batu, menjemput anaknya yang pulang dari sekolah. Wali murid SDK Sang Timur mendapat teror telepon misterius. 

SURYAMALANG.COM - Wali murid di SDK Sang Timur Kota Batu diteror penelepon misterius, Kamis (2/3/2017). Tak tanggung-tanggung, penelepon iseng yang mengaku dari pihak sekolah ini menelepon sejumlah wali murid. Hingga berita ini ditulis sudah ada 10 wali murid yang terdata jadi korban.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, di SDK Sang Timur, banyak wali murid yang menunggu di depan gerbang untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Satu wali murid, Fitri Eva mengaku ditelepon oleh penelepon itu pada pukul 11.00 WIB.

"Yang ditelepon itu nomornya suami saya. Pas suami saya lagi di luar pulau, langsung mengabari saya. Bilangnya, kalau anak saya itu jatuh terpeleset dan berada di rumah sakit," kata Fitri Eva saat ditemui di SDK Sang Timur.

Lantas, Eva langsung menuju sekolah untuk memastikan apakah info itu benar atau tidak. Ternyata setelah cek ke sekolah info itu tidak benar.

Dikatakanya, si penelepon ini mengaku bernama Anwar Irawan salah seorang guru. Eva tidak sampai melakukan transaksi, namun si penelepon ini sempat menyebutkan jumlah nominal uang.

"Bilang kalau perawatan anak saya itu sekitar 2,5 juta rupiah. Karena orang iseng ini menelepon ke suami saya, untungnya suami saya tidak sampai melakukan transaksi. Dari sekolah juga sudah memberikan imbauan untuk tidak percaya jika ada yang mengatasnamakan pihak sekolah," imbuh dia.

Di depan SDK Sang Timur, banyak wali murid yang berkumpul membicarakan soal teror telepon.

Kepala SDK Sang Timur, Sr Natalia PIJ, M.Pd, mengatakan pihaknya tidak mengenal nomor handphone yang menelepon wali murid. Dari kejadian ini, pihaknya langsung melaporkan ke Polres Kota Batu dan memberikan imbauan kepada wali murid agar tidak mudah percaya.

"Yang laporan ke kami, ada 10 orang. Tapi ternyata banyak wali murid yang jadi korban telepon iseng. Wali murid yang menjadi korban ini, ketika menghubungi kami, kami beri foto anaknya yang sedang belajar di sekolah. Kami pastikan kalau anaknya baik-baik saja," kata Natalia.

Akibat kejadian ini, aktivitas belajar tetap dilanjutkan seperti biasanya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help