Malang Raya
Hanya Karena Tak Kerjakan Tugas, Siswa SMP Dipukul Guru Sampai Pingsan, Selanjutnya Ada Kejadian Ini
Guru itu langsung memarahi dan memukul kepala AS sampai enam kali. AS pingsan akibat pemukulan ini.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, WAGIR – Syaifudin Zuhri (50) melaporkan seorang guru SMP ke Mapolres Malang, Kamis (9/3/2017). Warga Desa Sitirejo, Wagir, Kabupaten Malang menduga guru tersebut telah memukul anaknya yang berinisial AS (14) di sekolah.
AS yang duduk di kelas 2 SMP tersebut terjatuh dan pingsan akibat pemukulan pada Rabu (8/3/2017).
“Kalau anak saya yang pingsan itu segera ditolong gurunya, saya masih bisa terima penyelesaian secara kekeluargaan. Karena tidak ditolong dan dibiarkan tergelak di lantai, itu yang membuat saya tidak terima,” kata Syaifudin Zuhri di rumahnya.
Syaifudin menjelaskan anaknya cukup pendiam dan tidak banyak bicara. Apalagi kondisinya masih sakit sehingga dokter menyarankan AS istirahat di rumah. Karena takut ketinggalan pelajaran, AS tetap berangkat ke sekolah.
Saat anaknya belum mengerjakan tugas yang diberikan oknum guru tersebut. Ternyata oknum guru itu tidak bisa menerima anaknya yang belum mengerjakan tugas. Guru itu langsung memarahi dan memukul kepala AS sampai enam kali. AS pingsan akibat pemukulan ini.
“Itu berdasar cerita teman sekelas yang melihat kejadian itu. Saya terkejut kok sampai seperti itu tindakan pendidik. Ternyata cerita itu benar. Saya lihat pakaian anak saya kotor sepulang sekolah. Namun, dia tidak mau cerita apa-apa,” ucap Syaifudin Zuhri.
Syaifudin Zuhri menambahkan sekarang anaknya belum masuk sekolah. Anaknya masih trauma atas kejdian yang dialaminya.
“Makanya, kami mencari keadilan. Apalagi informasinya, bukan hanya anak saya yang mengalami perlakuan kasar oknum guru itu. Siswa lain juga pernah mengalami, namun tidak berani cerita,” imbuh Syaifudin Zuhri.
Sementara itu, Kepala SMP di Wagir tersebut, Dianto mengakui kejadian itu benar ada. Pihaknya bersama oknum guru tersebut sudah datang ke rumah siswa tersebut dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Oknum guru itu sudah minta maaf atas tindakan terhadap siswa tersebut. Orang tua siswa sudah memberi maaf, namun tetap melanjutkan proses hukum atas pelaporan kejadian itu ke Polres Malang.
“Kami sudah berusaha menyelesaikan kasus itu. Tetapi diikuti saja proses yang sedang berjalan,” kata Adianto.