SuryaMalang/

Nasional

Ini Lho Ciri-Ciri Cewek yang 'Bisa Dipake', Mereka Enjoy Jual Diri di Media Sosial Karena Alasan Ini

CL masih berusia 22 tahun. Ia mengaku baru sekitar lima bulan belakangan ini menjajakan diri di Twitter. Alasannya bernada klasik

Ini Lho Ciri-Ciri Cewek yang 'Bisa Dipake', Mereka Enjoy Jual Diri di Media Sosial Karena Alasan Ini
asiasociety.org
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Sempat beberapa kali terbongkar, dan pelakunya dihukum, bisnis prostitusi online di Kota Pekanbaru seakan tidak ada matinya. Bahkan semakin marak seiring dengan kemajuan teknologi informasi (TI), khususnya media sosial.

Bisnis haram itu semakin mudah dilakukan. Penjaja seks komersial (PSK) menjajakan diri lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, WeChat dan BeeTalk.

Melalui media sosial pula pria hidung belang atau konsumen semakin mudah mencari pemuas nafsu syahwat sesaat.

Dari penelusuran tim Tribun, WeChat menjadi media sosial yang paling banyak digunakan oleh para PSK. Biasanya untuk mengetahui mereka menjual diri dapat dilihat dari status di akun.

Jika menemukan akun wanita yang membuat status BO, hampir bisa dipastikan ia merupakan wanita PSK. Untuk mengungkap praktek prostitusi online di Pekanbaru, Tribun melakukan penelusuran melalui WeChat.

Setelah aplikasi perpesanan itu terinstal di android dan sudah mendaftar, Tribun kemudian mencari kolom pencarian "orang sekitar" dan memilih jenis kelamin orang yang akan dicari "perempuan". 

Benar saja, saat diklik “orang sekitar”, muncul deretan akun wanita yang terpampang di WeChat. Deretan status berkode BO pun muncul. Bahasanya beragam, ada yang menulis "open BO", "BO tidak sedia tempat", "BO bagi yang serius" dan masih banyak lagi.

Untuk memastikan apakah benar wanita yang memasang kode BO di statusnya itu merupakan penjaja seks komersial, Tribun kemudian coba minta pertemanan dengan seorang wanita pemilik akun berinisial AP. Selang beberapa menit saja, permintaan pertemanan pun langsung diterima oleh AP.

Dari obrolan dengan wanita yang mengaku berusia 18 tahun itu, ternyata benar AP adalah wanita pemuas nafsu para pria hidung belang.

Untuk sekali kencan, ia memasang tarif Rp 800 ribu (short time atau ST). Kalau ingin berkencan semalam suntuk (long time atau LT), ia memasang tarif Rp 2,5 juta. Tarif ini sudah termasuk biaya sewa kamar di hotel.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help