Nasional

Ini Lho Ciri-Ciri Cewek yang 'Bisa Dipake', Mereka Enjoy Jual Diri di Media Sosial Karena Alasan Ini

CL masih berusia 22 tahun. Ia mengaku baru sekitar lima bulan belakangan ini menjajakan diri di Twitter. Alasannya bernada klasik

Ini Lho Ciri-Ciri Cewek yang 'Bisa Dipake', Mereka Enjoy Jual Diri di Media Sosial Karena Alasan Ini
asiasociety.org
Ilustrasi 

AP sendiri merupakan satu dari beberapa penjaja seks yang saban harinya menyewa kamar di hotel dan siap untuk menerima pesanan dari pria hidung belang.

Setelah pembicaraan soal harga, pembahasan pun berlanjut ke teknis pemesanan. Tidak rumit. Kata AP, cukup datang ke salah satu hotel di kawasan Sukajadi.

"Kalau sudah sampai lobi hotel chat aja Bang," begitu kata AP melalui perbincangan di WeChat, pekan lalu.

Penjaja seks komersial lainnya di WeChat adalah perempuan berinisial AY. Meski tidak menyebutkan berapa usianya, namun dari tampilan di foto profil, ia tampak masih berusia belasan tahun.

Wanita berambut lurus dan memakai behel gigi ini memiliki cara yang mirip dengan AP dalam mempromosikan dirinya. Yakni sama-sama melalui media sosial, dengan memasang status "Open BO".

Tarif kencan AY tidak jauh berbeda dengan tarif AP. Namun untuk tarif kencan long time, AY memasang tarif sedikit lebih murah, yakni Rp 2 juta. AY dan AP merupakan fenomena gunung es praktek prostitusi online di Pekanbaru.

Berdasarkan pantauan Tribun di media sosial, diperkirakan ada ratusan pekerja seks komersial di ibu kota Provinsi Riau itu yang menjajakan diri secara online melalui media sosial.

Sebelumnya, September 2016 lalu, aparat Polda Riau mengungkap praktek prostitusi online melalui penyamaran dengan berpura-pura menjadi pelanggan. Ketika itu polisi mengamankan tiga muncikari dan lima perempuan muda yang mereka jajakan ke pria hidung belang.

Termasuk remaja berinisial G dan D yang masih di bawah umur. Mereka ditawarkan di media sosial Facebook dengan tarif mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta.

Lalu, pada Oktober 2015 silam, Polresta Pekanbaru mengungkap jaringan prostitusi online yang dikendalikan muncikari bernama Dion. Pria 25 tahun ini punya puluhan wanita muda, termasuk mahasiswi, untuk ditawarkan ke pria hidung belang, dengan tarif sekitar Rp 2 juta.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help