Malang Raya

VIDEO : Sopir Angkot di Kota Malang Hentikan Mobil Transportasi Berbasis Online

"Taksi online.. taksi online, pak polisi..," teriak Yanto dalam kendaraan yang melaju kencang ke arah Jl Majapahit.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sopir angkutan kota (angkot) Malang, AL, Yanto menghentikan angkutan online yang dinaiki oleh dua perempuan, Kamis (16/3/2017). Penumpang itu naik dari depan Bank Panin Jl Kertanegara.

Untuk menghentikannya, Yanto masuk ke jok depan penumpang. Sehingga pintu mobil terbuka dan ia "nggandol" sejak di depan Panin sampai Jl Majapahit. Ketika mobil itu melewati depan Balai Kota Malang, Yanto berteriak-teriak ke polisi yang sedang menjaga aksi demo di Balai Kota.

"Taksi online.. taksi online, pak polisi..," teriak Yanto dalam kendaraan yang melaju kencang ke arah Jl Majapahit. Karena ia berteriak-teriak dan kondisi pintu mobil terbuka, aksinya menarik perhatian petugas keamanan.

Mobil Avanza hitam dengan plat nomor N itu kemudian berhenti di belokan Jl Majapahit depan Hotel Splendid. Yanto kemudian turun. Seorang perempuan kemudian turun dari jok depan. Berikutnya di bangku tengah turun seorang perempuan lagi.

Sedang sopir angkutan online tetap di dalam mobil setelah menunjukkan STNK dan SIM nya. Sedang dua perempuan itu ketika keluar mobil dalam kondisi gemetar karena mobilnya dihentikan sopir angkot.

"Kondisi pintu mobil depan tadi tidak terkunci," tutur Yanto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (16/3/2017). Karena itu ia bisa "nggandol" di jok depan dengan pintu terbuka. Menurut dia, ia sudah curiga dengan penumpangnya.

"Saya tadi sudah menawari naik angkot tapi tidak mau. Ternyata kemudian ada mobil itu dan mereka naik," kata Yanto.

Mereka naik di depan Bank Panin atau 50 meter dari stasiun KA. Dari pengakuan seorang penumpang angkutan online itu, ia menjawab akan ke JL Jombang.

Ia kemudian diminta meneruskan perjalanan dengan angkutan resmi entah angkot atau taksi. Sementara sopir angkutan online diminta ke pos polisi di Alun-Alun Malang. Menurut Yanto, jika terus-terusan seperti ini, kondisinya bikin tidak nyaman.

"Koyok maling-malingan terus," komentar Yanto. Dari keterangan perempuan penumpang itu, mereka tidak mengetahui adanya larangan naik angkutan online.

Kemudian ada yang menjelaskan soal kesepakatan zona-zona antara angkutan online-konvensional. Menurut Yanto, sebelumnya ada satu taksi online tapi lolos. Menurut dia, penumpang angkot sepi.

SUBSCRIBE YOUTUBE Harian SURYA - http://youtube.com/c/hariansuryatv

YOUTUBE HARIAN SURYA - Video berita terkini surabaya malang dan jatim
http://youtube.com/c/hariansuryatv
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help