SuryaMalang/

Nasional

Ini Sikap Pengelola Transportasi Online Terkait Revisi Permenhub 32/2016

Tiga pengelola transportasi online mengeluarkan pernyataan resmi terkait Rancangan Revisi Permenhub 32/2016.

Ini Sikap Pengelola Transportasi Online Terkait Revisi Permenhub 32/2016
shuterstock
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM – Tiga pengelola transportasi online mengeluarkan pernyataan resmi terkait Rancangan Revisi Permenhub 32/2016. Pernyataan tersebut ditandatangi manajemen GoJek, Grab, dan Uber.

Dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, rilis tersebut ditandatangani di Jakarta pada 17 Maret 2017. Ada tiga petinggi pengelola transportasi yang membubuhkan tanda tangan dalam rilis tersebut, yaitu President GoJek, Andre Soelistyo, Managing Director Grab, Ridzki Kramadibrata, dan Regional General Manager APAC Uber, Mike Brown.

Berikut pernyataan bersama GoJek, Grab, dan Uber dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Kami para penyedia aplikasi mobilitas, mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan merevisi Permenhub 32/2016. Kami telah mempelajari isi dari rancangan revisi tersebut.

Pada prinsipnya, kami menyambut baik rencana revisi Permenhub 32/2016 dengan catatan sebagai berikut:

1.    Kami menyepakati rencana peraturan tanda uji berkala kendaraan bermotor (KIR) dengan pemberian pelat berembos. Kami memandang peraturan tersebut termasuk upaya baik untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan berkendara, baik bagi para mitra-pengemudi  maupun konsumen.

Untuk mendukung hal tersebut, kami berharap Pemerintah memberi dukungan berupa penyediaan fasilitas uji KIR yang dapat mengakomodir para mitra-pengemudi. Hal ini termasuk penyediaan antrean khusus bagi para mitra-pengemudi untuk memudahkan dan mempercepat proses pengurusan uji KIR dan fasilitas uji KIR bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) atau pihak swasta.

Kami berkomitmen mendukung pemerintah dengan memberi informasi secara aktif, efektif, dan transparan kepada mitra pengemudi, juga bekerja sama dengan mitra perusahaan/koperasi untuk membantu beban keuangan para mitra-pengemudi terkait biaya uji KIR sehingga hal ini tidak menjadi beban pemerintah.

Kolaborasi ini akan menjadi solusi yang jitu dan memudahkan para mitra-pengemudi pengguna aplikasi mobilitas  untuk menghadirkan layanan mereka secara maksimal sekaligus menciptakan disiplin berkendara sesuai dengan cita-cita pemerintah.

2.    Terkait rencana penetapan kuota jumlah kendaraan, kami berpendapat hal tersebut tidak sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan berbasis teknologi. Kami percaya setiap orang di Indonesia memiliki hak untuk berpartisipasi dan meningkatkan kesejahteraannya melalui ekonomi digital yang memungkinkan mereka untuk mengakses kesempatan ekonomi yang fleksibel.

Halaman
12
Penulis: Zainuddin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help