Malang Raya

Lihat yang Dilakukan Perampok Ini Sebelum Tinggalkan Rumah Petani Jeruk di Ngajum, Kabupaten Malang

Azi Pratas menduga perampok tahu bila korban baru menerima uang panen jeruk sebesar Rp 400 juta.

Lihat yang Dilakukan Perampok Ini Sebelum Tinggalkan Rumah Petani Jeruk di Ngajum, Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Rumah Korban Perampokan 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM – Anggota Polres Malang masih menyelidik dan memburu empat perampok yang beraksi di Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (16/3/2047) dini hari. Muncul dugaan perampokan yang menyasar rumah H Rombli tersebut melibatkan orang dekat.

“Dugaan permapokan itu melibatkan orang dekat cukup kuat. Kami masih mendalami kasus tersebut dengan minta keterangan saksi,” kata AKP Azi Pratas Guspitu, Kasatreskrim Polres Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/3/2017).

Azi Pratas menduga perampok tahu bila korban baru menerima uang panen jeruk sebesar Rp 400 juta. Pelaku juga hafal kondisi rumah korban. Makanya pelaku menutupi wajahnya agar tidak dikenali korban.

“Korban memang tidak mengenali wajah atau suara pelaku. Namun, di antara pelaku pasti ada yang kenal dengan korban. Kami masih menyelidiki itu,” ucap Azi Pratas.

Berdasar keterangan korban, ada seorang kenalannya asal Kota Batu yang sempat mengatakan kalau akan ada empat orang mendatangi korban. Korban mendengar ucapan temannya itu sebelum terjadi perampokan. Ternyata empat orang yang datang tersebut adalah perampok.

Azi Pratas mengakui perampok yang menyatroni rumah H Romli dan anaknya sangat profesional. Semua pelaku memakai kaus tangan sehingga tidak ada sidik jari di lokasi, baik di jendela atau tempat lain.

“Hal itu cukup menyulitkan kami mencari bukti petunjuk di lokasi,” tutur Azi Pratas.

Seperti diketahui, empat perampok menggunakan penutup wajah bersenjata mirip pistol dan parang menyatroni rumah petani jeruk di Desa Ngasem. Perampok mengikat pemilik rumah dan melakban mulutnya.

Setelah mendapat perhiasan dan uang milik korban, perampok meninggalkan pemilik rumah korban. Perampok juga sempat menanyakan uang hasil panen jeruk sebesar Rp 400 juta. Bahkan perampok juga sempat minta maaf kepada para korbanya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help