SuryaMalang/

Malang Raya

APDESI Minta Pengadaan Alat Telekonferensi Ditunda, Ini Alasannya

Sebenarnya tidak ada penolakan dari kepala desa terkait pengadaan alat telekonferensi tersebut. Sebab diakui, pengadaan alat-alat teknologi diperlukan

APDESI Minta Pengadaan Alat Telekonferensi Ditunda, Ini Alasannya
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN
Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Malang meminta, pengadaan alat telekonferensi ditunda tahun depan. Sebab perintah pengadaan alat keluar, setelah Rencana Anggaran Biaya (RAB) setiap desa sudah dibuat.

"RAB sudah disahkan, baru Peraturan Bupati soal pengadaan alat telekonferensi itu diedarkan. Tidak mungkin kami mengubah RAB," ujar Ketua Umum APDESI Kabupaten Malang, Abdulah, Minggu (19/3/2017).

Abdulah menambahkan, sebenarnya tidak ada penolakan dari kepala desa terkait pengadaan alat telekonferensi tersebut. Sebab diakui, pengadaan alat-alat teknologi informasi diperlukan setiap desa. Setidaknya agar setiap pemerintah desa tidak ketinggalan teknologi.

Bahkan Kepala Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading ini menyebut, ada banyak manfaat dari pengadaan ini. Seperti mengembangkan inovasi desa, serta kuliah desa.

"Tujuannya baik, semua positif dan tidak ada masalah. Tapi sulit kalau kami dipaksa untuk membeli tahun ini," tegas Abdulah.

Sebelumnya perwakilan APDESI dari setiap kecamatan sudah berkumpul untuk membahas pengadaan alat telekonferensi. Dari pertemuan itu, disepakati untuk melakukan penundaan. Ditakutkan jika memaksa untuk pengadaan tahun ini, akan banyak kepala desa yang terjerat hukum.

"Nanti kan harus mengubah RAB, atau mengambil dari pos-pos lain. Takutnya malah jadi masalah hukum di kemudian hari," pungkas Abdulah.

Sebelumnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) meminta setiap desa mengalokasikan dana Rp 53,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan alat telekonferensi, sehingga memudahkan komunikasi langsung dengan bupati. Namun sejulah kepala desa menyatakan keberatan.

Rinciannya, pengadaan komputer dan aksesorinya sebesar Rp 30 juta. Koneksi internet sebensar Rp 15 juta. Berlangganan dua surat kabar sebesar Rp 3.500.000, dan pembuatan profil desa sebesar Rp 5.000.000.

Penulis: David Yohanes
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help