Malang Raya

Edan, Ini Nominal Pungli yang Diminta Pejabat Puskesmas di Ampelgading Malang

"Jadi seperti percuma saja izin, karena tetap ada dendanya. Setahu kami uangnya masuk kantong pribadi, sebab selama ini tidak ada penjelasan,"

Edan, Ini Nominal Pungli yang Diminta Pejabat Puskesmas di Ampelgading Malang
SURYAMALANG.COM/Achmad Amru Muiz
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, AMPELGADING - Sejumlah pegawai di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang, melaporkan seorang pejabat ke Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) karena dianggap melakukan pungutan liar.

BERITA TERKAIT : Oknum Pejabat Puskesmas di Malang Dituding Lakukan Pungli

Menurut sumber internal Puskesmas Ampelgading, jika tidak masuk kerja tanpa keterangan didenda Rp 400 ribu. Izin tidak masuk kerja dengan surat keterangan didenda Rp 150 ribu. Jika izin karena sakit namun tidak ada surat dari dokter, didenda Rp 150 ribu.

Pegawai yang terlambat masuk kerja didenda Rp 1000 per menit. Denda yang sama juga diberlakukan bagi pegawai yang izin datang terlambat karena ada urusan keluarga.

"Jadi seperti percuma saja izin, karena tetap ada dendanya. Setahu kami uangnya masuk kantong pribadi, sebab selama ini tidak ada penjelasan," ujarnya.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky mengatakan, ada aturan yang sengaja dibuat oknum tersebut, dengan nama tertib absensi. Namun harus didalami, apakah aturan denda yang diberlakukan termasuk Pungli atau bukan.

Tim Saber Pungli juga akan meminta keterangan staf dan tenaga medis yang mengaku menjadi korban pungutan tersebut.

Decky mengungkapkan, langkah pendisiplinan pegawai memang menjadi wewenang pimpinan di sebuah instansi. Namun pemberlakuan denda berupa yang, harus mempunyai payung hukum. Sejauh ini belum ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur denda uang bagi pegawai yang terlambat masuk kerja.

"Kalau memang tidak ada payung hukumnya, maka pungutan tersebut ilegal. Makanya perlu didalami untuk memastikan," tandas Decky, Senin (20/3/2017).

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help