Malang Raya

Mahasiswi ITN Malang Pamerkan Mesin Pencacah Rumput, Simak Keistimewaan Alat Ini . . .

"Saya mengambil data postur tubuh rata-rata pemakai alat pencacah rumput lalu membuatnya agar nyaman digunakan," jelas gadis asal Tuban itu

Mahasiswi ITN Malang Pamerkan Mesin Pencacah Rumput, Simak Keistimewaan Alat Ini . . .
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Lia Zahrotinni, mahasiswi ITN Malang bersama mesin pencacah rumput pakan ternak ergonomis buatannya, Senin (20/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Lia Zahrotinni memamerkan mesin pencacah rumput pakan ternak yang ia buat. Mesin tersebut bukanlah mesin pencacah biasa, namun Lia sengaja membuatnya dengan memperhitungkan faktor ergonomis bagi para pengguna.

Ergonomis berarti mengutamakan kenyamanan untuk pemakai alat. Selama ini, menurut mahasiswi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu, mesin pencacah yang berada di peternakan tidak terlalu nyaman digunakan.

"Saya mengambil data postur tubuh rata-rata pemakai alat pencacah rumput lalu membuatnya agar nyaman digunakan," jelas gadis asal Tuban itu.

Selain itu, alat yang sudah ada harganya cukup mahal. Yaitu berkisar Rp 10-15 juta untuk hasil sebanyak 5 kg pakan ternak permenitnya. Sementara, harga jual mesin pencacah rumput buatan Lia hanya sekitar Rp 3,5 juta dan mampu menghasilkan pakan ternak hingga 32 kg.

"Alat saya menggunakan micro controller yang bisa diatur kecepatannya mengikuti kebutuhan ternak," jelas mahasiswi kelahiran 19 April 1996 itu.

Dengan alat berteknologi lebih canggih itu, Lia berharap desa yang memiliki banyak peternakan dapat tersentuh teknologi terkini.

"Setiap peternak biasanya memiliki 500-1.000 sapi yang setiap makannya menghabiskan 6 kg pakan. Dengan alat terdahulu, kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi," kata lulusan SMKN 1 Tuban itu.

Ia banyak terinspirasi dari melihat langsung kondisi di daerah asalnya, Tuban. "Pakde saya juga seorang peternak sapi sehingga saya mendengar sendiri keluh kesah beliau," ceritanya.

Memang alat buatan Lia juga masih membutuhkan banyak pengembangan, namun hasil mesin pencacah rumput buatannya sudah bisa memenuhi kebutuhan sekitar 50 sapi dengan keefektifan hampir 600 persen dari mesin pencacah biasa dan 3.000 persen lebih efektif daripada menggunakan cara manual.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help